Oleh: tlangit | Maret 14, 2012

kitchen cabinet (3)

nah setelah beberapa kali melalui reshuffle, smash smash politic, dan rapat marathon komisi ketenagakerjaan akhirnya kami memiliki kitchen cabinet yang baru. bagi yg belum familiar dengan kitchen cabinet kami akan saya ceritakan sedikit:

pertama adalah mpok ani, orangnya bregas, rajin, ceplas ceplos dan sering perang opini dengan saya (ada di beberapa tulisan saya….biasanya jadi devil’s advocate)….ngehe ya udah digaji terus berperan jadi devil’s advocate.

kedua adalah mpok mini, ngga bisa baca tapi tau uang gocapan warna biru (untung ga buta warna juga), pernah nyasar di stasiun bogor. bayangkan kalau ada orang buta huruf nyasar!!!! sama aja seperti sayur tanpa garam…..hah masa anda percaya sama analogi ini?.

ketiga adalah simbok, ini kalo di cabinet adalah mirip dengan alm widjojo nitisastro…..wuihh begawan dong! bukan maksudnya udah sepuh. nah simbok ini masuk saat mpok mini masih incumbent sehingga terciptalah kompetisi di kabinet kami. memang disengaja sih agar masing masing menonjolkan kompetensinya….yah ibaratnya setelah shell masuk maka pertamina memperbaiki diri….nah ini analoginya mendingan kan ya?!

setelah simbok direshuffle terjadi kekosongan kabinet, demisioner, chaos, dll lah. di satu sisi anggaran belanja bisa ditekan tapi….. menurut sampean ad interim nya sapa? saya..saya. istri saya?! ‘eh gw kan ASI eksklusif’ ooooasu….

setelah beberapa kali pemanggilan calon kabinet ke puri cikeas, tertunjuklah kitchen cabinet ke 4. mbak nur. ngomongnya pelan seperti kereta nunggu giliran langsir, kerjanya icak icik (gak pernah berhenti-red), bisa bahasa inggris bahkan sering dipake seperti pada suatu pagi:
‘buuuu ibuuu, tukang sayurnya udah dateng tuuuuhh.. ibu jadi beli yukamber engaaaa?’….maksudnya cucumber.

Oleh: tlangit | Desember 30, 2011

mamah – refleksi akhir tahun

bila mamah loren masih ada maka bulan ini adalah bulannya dia. dari bulan desember kita sudah mulai menujum siapa artis yang cerai, siapa yang bakal redup, apa masih ada bencana tahun depan, banjir kek, gempa kek, tanah longsor kek, dan lain lain. Pertanyaan pekerja infotainment pun seputar kawin, cerai, meninggal, dan selingkuh. Ah mamah loren sudah meninggalkan kita….kita sudah tak bisa jadi validator berita. Misalnya ketika ada artis cerai…tuh kan waktu itu kan mamah loren udah bilang. Ah mamah loren untung mulai tenar saat togel sdsb sudah dilarang….seandainya!

teman-teman bertanya tahun baru mau kemana? atau ngapain? atau ambil cuti nggak?. Tahun baru suatu saat seperti halte, mari berhenti sejenak dari perjalanan. Boleh ber-excuse dulu, yah tahun ini ndak terlalu oke, semoga tahun depan lebih baik..ya kan? Ya dong, memang pilihan apalagi yang kita punya? menjadi tidak lebih baik…ya ndak dong ah!

‘mas jadi sampeyan itu melihat tahun depan itu gimana?’ si gimin nanya (bukan nama sebenarnya)
‘soalnya gini mas, kok saya merasa nasib saya tahun ini ndak bagus bagus amat ya’
‘gimana?’ kata saya seolah problem solver, padahal problem owner juga

Saya sengaja nanya’gimana’ untuk mincing siapa tahu memang nasibnya ndak lebih baik dari saya, jadi masih ada ruang menghibur diri.

‘gini lho mas, usaha saya ini kok ndak terlalu lancar ya’
‘apalagi mas?’
‘terus ya itu mas masak tiap tahun resolusinya mau nikah melulu, ini udah extended 4 tahun lho mas’
‘wah gitu ya, apalagi mas?’ nah kan memang nasibnya lebih tiarap
‘ada sih perempuan yang saya gandrungi tapi ngga mau nunggu lama lama’
‘waduh, apalagi mas?’
‘nyari kerja kok ya juga susah mas’ gimin memang melas..

‘sik, mas. Sampeyan tadi itu nanya menurut saya tahun depan gimana?’
‘lha iyo mas’
‘makanya, sampeyan itu mau nanya masa depan apa mau curhat?’
‘hehehe…dua duanya mas mungkin mas bisa bantu dikit’
‘kalo masa depan nanya aja sama mamah loren sana tap I wis meninggal’
‘kalo curhat boleh dong mas’
‘kalo curhat…..sama mamah dedeh aja sana’

Oleh: tlangit | Juni 26, 2011

survey kacang goreng

Popularitas pak presiden anjlok sembilan setengah persen! kalau bicara statistik jumlah penduduk Indonesia menurut survey bps terakhir adalah 237 juta maka 9.5 persennya sekitar 22 juta. nah itu sama saja dengan hampir setengah penduduk Jawa barat…yang berubah pikiran bahwa Presiden tak lagi populer. Banyak ya?! Banyak tapi hei ini kan bukan adu popularitas kan?! Buat pendukung Presiden, sampeyan semua salah kaprah kalau kebakaran jenggot atau pura pura nggak kebakaran jenggot. Kenapa? Karena jadi pemimpin itu siap membuat kebijakan tidak populis konsekuensinya ya tentu nggak populer.

Buat lembaga survey, hasil ini toh sebenarnya bisa diduga. Tidak ada yang baru dari surveynya, hasil ini memvalidasi kegusaran saja. Eh tapi lembaga survey kan juga perlu pencitraan ya?!

‘perlu banget mas!, kita ini kan lembaga survey partikelir. Daganganya ya survey’
‘oiya, perlu promosi yo’
‘apalagi mau pemilu…ndak cukup itu money politics doang, perang opini juga’
‘ya ya, jadi money survey ndak kalah penting yo?’

tanggapan istana soal survey ini? Tidak ada karena ndak penting kata jubir Presiden. Iya benar juga ya ini ndak penting, ngapain diributin. Eh tapi kan kadang yang buat kita ndak penting buat presiden penting dan yang buat Presiden penting buat kita ndak penting.

Oleh: tlangit | Mei 11, 2011

jangan hina dpr

Inilah alasan mengapa dpr itu sangat representatif, maka jangan buru buru dicaci

Mereka rebutan kursi, kita rebutan sembako

Mereka nonton bokep, kita datangkan miyabi

Mereka nyerobot jalur busway, kita naik motor di trotoar pejalan kaki

Mereka asal naik pesawat, kita duduk diatas KRL

Mereka tidur waktu sidang, kita main solitaire

Mereka mikirin diri sendiri, kita potong jalan orang pake mobil

Mereka ambil uang negara, kita makan hak anak yatim

Mereka bela teman separtai, kita jilat atasan

Mereka KKN, kita toyor anak tetangga

Mereka berantem waktu sidang, kita berantem sepulang sekolah

Mereka pentingkan citra, kita sebel dikritik

Mereka main money politics, kita terima uangnya

Mereka nggak peduli sama rakyat, kita beli dvd bajakan

Mereka studi banding ke luar negeri, kita males baca buku

Mereka bilang ‘jangan dipolitisasi’, kita tidak mau disalahkan

Mereka reses saja dibayar, kita mimpi terus untuk uang jatuh dari langit

Mereka bangun gedung mewah, kita beliin anak ipad

Mereka bosen jakarta macet, kita terlantar karena kereta ngadat

Mereka tidak produktif bikin undang undang, kita main hakim sendiri

Nah bagi yang tidak bertabiat seperti itu maka tulisan diatas jangan dihiraukan.

Bagi yang ada salah satu tabiat seperti diatas maka anda ada potensi menjadi dpr

By risang

Oleh: tlangit | Februari 22, 2011

film holywood

MPAA (Motion Picture Association of America) mutung! karena pemerintah hendak mengenakan pajak distribusi maka distributor film holywood mengancam mengembargo produknya masuk ke indonesia…sangat khas amerika! nah topik ini langsung di respon warga secara negatif…sangat khas indonesia :)

apakah kebijakan yang berasal dari dirjen pajak ini tepat? sejujurnya saya tidak tahu, sumpah! sampai tadi pagi saya baru mendapat sejumput referensi, di media indonesia hari ini, tokoh perfilman nasional – Deddy Mizwar- mengeluhkan pajak produser lokal lebih mahal daripada pajak import film asing. macam perusahaan tambang kali ya? sedot emas, bayar murah ke negara, sewa tentara, dsb.

masyarakat khawatir yang terjadi adalah banjir film hantu dan film cabul yang dianggap ngga mutu, nggak mendidik, nggak intelektuil, nggak level, dan nggak-nggak. sementara kita masih intens membicarakan soal babi ngepet, tuyul atau penampakan lain waktu makan siang atau download video cabul mirip artis…..sungguh menyenangkan menjadi orang sinis di negeri yang standarnya ganda!

dari hasil wawancara imajiner saya terhadap beberapa tipe orang, didapat hasil seperti demikian dibawah;

orang yg ekonomis, ‘baguslah,…nonton minimal 15.000, kalau dvd bajakan 7.000, beli sepuluh gratis satu’

orang nasionalis, ‘broer, ini adalah bentuk ketahanan nasional, bila kita dibombardir film kapitalis ini maka hancurlah nilai nilai kearifan lokal’…lho lu nasionalis apa sosialis???

moviegoers,’ohhh, noooooooooooooo…..houu c4N’ selain moviegoers, dia ternyata juga 4LaY

banci nobar (nonton bareng), ‘ga papa, nonton apa aja deh, kalaupun film G30S PKI juga tancap’ …..freakk!

pengusaha bioskop,’sorry mas, saya ndak ada waktu saat ini karena saya lagi mempelajari franchise alfamart!’ …..hah???

artis lokal yg tak mau disebut namanya, ‘bagus dong, berarti film lokal akan jadi tuan rumah di negeri sendiri….eh mas btw saya juga setelah main film mau bikin album lhoh’

pembuat film indie, ‘sorry pertanyaan Anda terlalu mainstream’…eh???

abg yg mau nembak, ‘ terus aku mau nembak dia dimanaaaa???mikirrr dong pemerintah’…lah lu yg mau nembak kok pemerintah yang ribet

pesimis dan penggemar teori konspirasi,’ah inipun akal-akalan menuju 2014, manuver politik busuk’

tukang karcis bioskop, mmm lagi autis dia tidak bisa diinterview sibuk bbm-an karena ngga ada penonton

tukang bikin poster film,’alamak, macam mana ni, masa ku harus tunggu order bikin kaus pemilu…masih lama tuuu’..selain masih lama kadang ga dibayar lae!

pak presiden,’saya sungguh mengerti kecemasan masyarakat, tetapi ini ditujukan untuk memajukan perfilman nasional. saya instrusikan…harap dicatat ini adalah instruksi saya yang ke 1071, kepada menteri pariwisata dan dirjen pajak untuk memberi solusi terbaik agar tercipta win win solution. dan ingat saya dukung langkah langkah positif dirjen pajak untuk memberikan pajak distribusi film import…asal jangan pada distribusi album…karena saya berencana membuat lagi menjelang lengser!’

kalau saya? ‘saya mau ke ambas gador aja’…Anda bagaimana?

 

Oleh: tlangit | Juli 15, 2010

mencari kiblat

‘kiblat kita mengarah ke somalia’

sewaktu mau sholat berjamaah saya menginterupsi, benarkah arah sholat kita ini menghadap kiblat yang bener. pada hari itu juga berita di koran tempo menyebutkan bahwa majelis ulama indonesia mengakui salah memfatwakan soal kiblat…lho! ah ulama juga manusia. lalu kalau fatwanya salah jadi selama ini kita berkiblat ke mana?

‘kiblat kita mengarah ke somalia’ kata saya

‘buset somalia?….’ gesernya terlalu jauh antara mekah (ka’bah) ke negara afrika bagian timur

‘itu berarti kita berkiblat ke helikopter black hawk!!!!’

buat saya somalia itu ada 2 hal, yans pertama adalah bajak lautnya yang terkenal gahar terutama terhadap kapal eropa dan yang kedua adalah film black hawk down. walaupun ka’bah dan helikopter black hawk sama sama hitam, pahalanya jelas beda.

‘mas jangan omongin pahala lah’

‘loh emang kenapa mas’

‘emang situ yang punya pahala??’….iya juga! saya cuma ngeklaim doang kok

nah kembali ke sholat berjamaah tadi, akhirnya kami melakukan jurus sapu jagat…ah yang penting niatnya. walaupun kalimat sapu jagat itu analoginya sama dengan: ah yang penting bumbunya…jadi mau jagung atau singkong yang penting bumbunya! ya nggak lah!

‘jadi sholat kita ndak diterima ya?’

‘mas jangan omongin diterima atau tidak diterima lah’

‘loh emang kenapa mas?’

‘emang situ yang bagian menerima’…sial bener lagi dia.

Oleh: tlangit | Mei 7, 2010

idol dodol

guawijaya Parah, Indonesian Idol PARAH, kenapa pula musti ada session seperti ini..*mempermalukan org demi tawa* apkh tdk ada ide kreatif yg manusiawo

komentar twitter diatas sepertinya ikut menyuarakan pendapat saya untuk indonesian idol. tiga orang yang bisa nyanyi tapi ndak bisa dinikmati ditampilkan bergiliran….konyol jadinya. kalau segmen itu dibuat untuk membuat orang tertawa jelas ndak berhasil buat saya! kalau anda bilang aneh itu lucu (seperti resep srimulat) maka anda (mungkin) yang aneh. kalau pada episode ini adalah panggungnya mereka yang ndak bisa nyanyi dengan alasan mengapresiasi itu sama saja anda meyakinkan saya bahwa bumi itu kotak!

ah saya terlalu marah untuk melanjutkan menulis…..mutung….pundung

Oleh: tlangit | Maret 20, 2010

kitchen kabinet (2)

kalau anda megikuti tulisan saya maka pasti tahu soal kitchen kabinet saya dan juga ceritanya. sedikit mereview, anggota kabinet awal adalah mpok ani, dia tipe staff yang kritis, rajin tapi agak kurang perhitungan. kemudian staff untuk periode kedua apalah mpok mini, jam terbang mumpuni tapi tidak bisa membaca dan menulis…rawan untuk dikibulin oleh tukang sayur, terutama bila para tukang sayur ini mengeluarkan L/C fiktif-gimana bisa tahu wong ndak bisa baca jeh! dengan alasan jam terbang tinggi itu, perdana menteri saya (istri saya) mau merekrutnya dalam kitchen kabinet jilid II. sebulan terakhir tepat saat istri saya mengevaluasi 100 hari kinerja kabinet, mpok mini mengalami degradasi prestasi..sebetulnya saat hari pertama kerja sudah terjadi kehebohan saat baju dinas saya sebagai kepala negara yang pulang pergi naik kereta dicuci dengan pembersih lantai! maklum ndak bisa baca!. tapi yang membuat kami masih mempertahankan mpok mini karena secar jentelmen mengakui kesalahan dan minta maaf..ndak seperti bapak bapak kita yang mbulet kalau buat salah.

kembali ke degradasi prestasi tadi, dalam sebulan mpok mini sering absen dalam tugas tanpa memberitahu. keadaan ini membuat gusar istri saya dimana sebagai perdana menteri, dia harus mencitrakan dirinya sebagai kepala pemerintahan yang mumpuni…maklum di negara saya penganut sistem parlementer bukan presidensial sehingga roda pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri. kegusaran itu akhirnya sampai ke telinga saya, nah sebagai kepala negara saya menganut beberapa ‘kaidah pokok’ yaitu ‘pokoknya saya tahu beres’ :-)

‘ya sudah kalo gitu aku akan melakukan reshuffle kabinet!’ kata istri saya dengan tegas

‘lho jangan buru buru, dipertimbangkan dulu’ sebagai kepala negara di sistem parlementer ya harus bijaksana

‘sudah dipertimbangkan melalui pemikiran yang panjang’ wah..sebenernya istri saya ini cocok jadi politisi dengan ke-kekeuhan-nya

‘nanti mitra koalisi-mu bagaimana??’

‘koalisi opo? saya ini memimpin bukan lagi single majority tapi sudah absolut!’…iya bener juga ya!

‘ya sudah kalau begitu, lanjutkan yang penting jangan sampai terjadi huru hara seperti di thailand’

nah..dasar memang istri saya yang hebat, dua hari lalu sudah ada staff ad interim di kitchen kabinet, kami memanggil mbok saja. buat orang jawa, mbok itu memiliki arti sangat dalam! penyabar, halus dan loyalitasnya yang hampir tanpa batas. sialnya buat mpok mini adalah dia justru kembali absen  saat mbok memulai tugasnya!

doktrin bahwa kompetisi itu membawa perbaikan ada benarnya, kemarin saat mpok mini masuk, dia memperlihatkan kinerja yang baik bahkan lebih rajin dan lebih berinisiatif dari biasanya..tuh kan kompetisi membawa perbaikan. mungkin mpok mini tahu bahwa kinerjanya sedang disorot dan rapornya bukan biru, oleh karenanya dia harus mengejar nilainya agar menjadi biru lagi.

‘gimana nih pak? jadi di reshuffle ndak?’

‘lhoh kan kamu kemarin udah yakin akan memakzulkan mpok mini’

‘tapi kasian juga pak’

‘nah kemarin yang bilang absolut absolutan sopo? ini ndak absolut nih namanya

‘ya udah bu nanti kita buat satgas nya dulu untuk menilai apakah rekomendasi kamu bisa dijalankan atau ndak’

‘tapi pak, jangan kelamaan menindaklanjuti rekomendasi nya’

‘ndak..ndak..emang aku SiBuYa opo?’

Oleh: tlangit | Maret 17, 2010

antri sendal

pernah lihat antrian di mall untuk beli sendal crocs? ular naga panjangnya. saya bukan termasuk pengantre sendal buaya ini, mendengar kata antrian saja sudah jimat pengusir yang ampuh buat saya. di antrian yang panjang itu saya berpikir jangan jangan mereka memang sedang menikmati mengantri untuk membeli sendal ini. yang membuat sendal ini hebat adalah bahannya, saya ndak tahu apakah pembeli itu tahu soal kelebihan ini atau tidak. crocs dibuat dari bahan croslite (sudah dipatenkan…canggih gak?) anti mikroba jadi ndak akan berbau jempol kecuali ketumpahan kuah gule kakap. selain itu mudah dibersihkan dan enteng…saya percaya penemuan ilmiah itu harus mahal.

‘pak, kerok paan sih?’

‘sendal, pok’

‘antriannya kok panjang yak’

‘pan lagi diskon’

‘ooo yg kebakaran kemaren yak’

‘huss ngawur itu mah sendal jepit’

‘lha sendal juga, diinjek injek juga’

‘pan biar gaya, pok’

‘ooo seperti orang yak pak, toh mati juga tapi sombong juga’ mmm ini yang paling nyebelin kalau mpok mulai ke area filosofis kampungnya.

payahnya ketika ada sale crocs di indonesia yang menyebabkan antrian gila, maka ada segelintir orang yang menyorotnya dari masalah sosial.  maklum kita kadang biasa mempolitisasi. seolah olah kebejatan konsumerisme terjadi di saat masyarakat kita sedang mengantre minyak tanah…lho itu sama saja membandingkan ‘kok pada naik kereta ac ekspress ya saat yang lain kaya pindang naik ekonomi!’

Oleh: tlangit | Maret 17, 2010

rokok haram

bapak saya perokok berat, gudang garam surya 16 kretek-karena jaman itu belum ada mild. melihat mediang sebal sebul asap rokok terlihat menyenangkan apalagi kalau saya request sebulan asapanya dibuat bentuk donat..buat anak kecil seperti saya, atraksi itu hebat dan masih ada jejaknya di kepala saya! keheranan saya terhadap atraksi itu menggoda untuk mencoba kebal kebul asap rokok, penasaran apa nikmatnya menghisap rokok. anak kecil merokok? jelas dilarang! ibu saya bilang ‘kamu baru boleh merokok kalau sudah bisa cari uang sendiri!’…tentu saja itu excuse yang sampai sekarang masih saya pikirkan. pertama merokok adalah selebrasi atas keberhasilan saya memperoleh uang dari kerja bukan untuk alasan stres. yang kedua merokok itu seperti jalur three in one, boleh dengan syarat!

nah seminggu ini berkembang soal pro kontra fatwa haram merokok, seperti biasa kita suka tersedot pada perdebatan panjang. terakhir adalah dukungan fatwa haram oleh ormas islam muhamadiyah-walaupun masih malu malu mengakui. di sisi lain ormas islam terbesar NU tidak mengamini fatwa ini-yang memang sebagian besar kiainya perokok (seperti ditulis di Koran Tempo hari ini). fatwa haram rokok seperti lagu usang yang dicoba dinyanyikan ulang, emangnya masalah rokok itu evergreen?!  pemerintah juga punya dua muka soal rokok, selalu memberi peringatan bahayanya tapi juga mnyedot pajaknya…repot!

bapak saya bilang kalau pemerintah tidak mungkin melarang peredaran rokok karena duit yang diberikan ke negara sangat besar. target pemerintah tahun ini sebesar 50 trilyun lebih dari cukai rokok saja, itu sama dengan 5 kali nilai anggaran untuk alutsista. bahkan mungkin cukai rokok itu juga membiayai anggaran pendidikan, kesehatan atau malah MUI…(itulah menyenangkannya di negara ini, banyak hal sarkastik).

‘mas tapi kalau pabrik rokok ditutup yang nganggur yo banyak’

‘memang, tapi mereka ini yang mas khawatirkan ini ndak masuk orang terkaya dunia versi Forbes!’

‘maksud’

’3 orang Indonesia yang masuk Forbes sebagai orang terkaya di dunia adalah pemiliki pabrik rokok bukan buruhnya’

‘sing bener mas?’

‘iyo, lha nanti kalau cukai rokok dinaikkan yang demo ya buruhnya ini yang disuruh panas-panasan’

‘jadi mas setuju ndak rokok diharamkan?’

‘wah aku bukan ulamanya jeh, ndak punya ijtihad yang valid’

‘mas, tapi menteri agama bilangnya dimakruhkan saja’

‘kata presidennya apa?’

‘waduh mboh, nunggu 6 bulan lagi kali’

…mm gini aja menurut saya biarkan rokok haram atau makruh ndak ada bedanya, wong minuman yang beralkohol yang haram juga dibiarin aja. pragmatis aja, selama produk haram itu bisa diporotin lewat pajak ya biarin aja..gitu ndak? ya tentu aja tidak! gitu aja

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.