negara atas rel

empat syarat suatu negara! persis dengan yang dijelaskan oleh soekarno di depan sidang bpupki pada agustus 1945. pertama adalah penduduk, kemudian wilayah, pemimpin dan tentu saja undang-undang. semua negara wajib memiliki empat tubuh tersebut, mulai dari negara semut sampai negara paus.

saya yakin semua yang bersifat makro tentu punya analogi mikro dan semua yang besar bisa dipahami dengan miniatur. misalnya jejeran planet dan semua hukumnya tentang gerak yang dimilikinya bisa diwakilkan dengan struktur atom yang dibuat oleh bohr. seharusnya kita sebagai warga melayu sudah biasa dengan analogi atau bahasa melayunya adalah : perumpamaan. “bagai bla..bla..bla” juga “seperti bla..bla..di bla..bla” dan seterusnya. dan modal itu sesungguhnya yang membuat orang melayu harus lebih cepat menafsirkan sebuah masalah (atau mungkin bisa jadi salah paham).

apakah miniatur itu ? kereta rel ! semua syarat negara bisa dipenuhi oleh kereta rel. penduduk ? hampir 10.000 orang mondar-mandir setiap hari pada rute jabotabek saja. kelas sosial tentunya beragam dari tukang asong sampai karyawan dengan gaji secukupnya, ibu-ibu pengajian dan orang buta, dengan kata lain komplit seperti jamu. wilayah ? jelas ada, lintas sumatera dan jawa bahkan sering lebih dari yang dibatasi, ini terbukti dengan seringnya kereta rel kita yang keluar jalur, sayangnya dengan terguling. bagaimana dengan pemimpin ? bukankah ada masinis! lho apa kesamaannya masinis dengan presiden ? tentu saja ada, satu orang yang mengendalikan dan yang lain ikut terguncang-guncang. kalau undang-undangnya ? lengkap dengan sangsinya dan tentu saja yang sangat mirip adalah pelanggarannya.

tahun 2001, rata – rata keberangkatan yang terlambat adalah 36,33 menit dan keterlambatan kedatangan 59,33 menit. kemunduran atau kemajuan adalah pertanyaan ganda, dan ada dua pembanding yang bisa dijadikan penilai. pertama jika keterlambatan itu dibandingkan dengan pengalaman iwan fals…”kereta tiba pukul berapa, dua jam sudah biasa” maka ini adalah kemajuan. ayolah mana mungkin anda setuju dengan hal ini. hal permakluman lain adalah copet! copet menumbuhkan budaya nggrundel (merajuk), kasusnya adalah satu orang sedang sial dan ada manusia yang mengatasnamakan perut anaknya dan perut istrinya dan terjadilah aksi seperti si ilusionis copperfiled. saat sadar sudah terlambat, tapi kemudian ada yang tidak terlambat yaitu berisik dan bisik penumpang yang punya taji seperti sherlock holmes dan berlaku seperti don quixote.

menyebalkan memang, tapi tetap saja saya menggunakan kereta api sampai sampai saya punya negara lain yang beroda empat, dingin, tidak ada suara asongan kecuali berisiknya st. anger metalica, tidak ada tangan yang meraba-raba pantat, dan yang paling menyenangkan adalah kebebasan memaki semua mahluk yang dengan seenaknya yang memotong jalan. barulah kemudian saya bisa tersenyum sepuas dan sekuat-kuatnya…eh tidak tunggu dulu! ah sial sekarang saya harus memberi jalan pada kereta rel itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s