suara

menjelang tengah malam dua hari yang lalu, saya menerima sms “sahabatku, saya caleg dprd jakpus” dan tak lupa persuasi untuk mencontreng nanti saat pemilu. terus terang saya berusaha mengingat siapa ini yg mengirim sms, saya tidak dalam kubangan aktivitas politik selain politik rumah tangga tentunya..misalnya mempengaruhi istri untuk memasak nasi goreng jawa! nah akhirnya ingatan saya yang lambat dan ditambah setengah bangun mulai menemukan figurnya, dia adalah salah satu teman kerja dulu. wah hebat bener, sekarang udah jadi caleg dan dari partai terkuat di negeri ini dan bukan nomer sepatu standar amerika atau indonesia tapi standar inggris. kata kpu sebagai pemangku hajat pemilu tahun depan, ada 11.301 orang caleg tetap! belum dihitung yang tidak tetap, yang tidak dapat jatah, yang tidak punya duit buat beli nomor, yang ijazahnya palsu, dan yang bukan keluarga ketua partai.

kemarin, MK dengan logika yang sehat..alhamdulilah! menetapkan bahwa penentuan caleg yang lolos adalah dengan suara terbanyak bukan pada nomor urut. Ya kasian yang sudah nyetor uang ke partai kalo gitu buat dapet nomor jadi bukan nomor BH (maaf)! kata pak pitok tetangga saya.

‘Makanya nyetor uangnya ke rakyat saja!’ kata saya

‘lho itu berarti mani politik dong mas!’

‘emang iya, kalo sekarang berdasarkan suara terbanyak jadinya bisa money politics juga toh. enakan mana dikasih janji apa dikasih uang?’

sudah ada yang kebakaran jenggot bahkan sampai janggut, di detik.com ada salah satu caleg dengan nomor urut 1 mau bertanya langsung ke MK. Kalau ada deal politik akan dilaporkan ke KPK, kok ke KPK ?!. bapak ini dulu yang pernah berkelahi di sidang, setelah saya ingat lagi ternyata dia memang dapat nomor urut 1 dari TK Bermain manalah. Pak mbok logikanya dipakai sekali ini saja.

apa yang terjadi setelah putusan MK itu keluar? pastinya nanti poster konser musik yang gambarnya artis sok seleb akan kalah rame dengan poster caleg meskipun kurang kinyis kinyis*. lalu spanduk jualan kecap apartemen bersubsidi juga kalah heboh dari spanduk jualan saos para caleg. dan bendera partai lebih banyak daripada bendera merah putih.coba kalo dari 11 ribuan caleg itu semuanya bikin minimal kaos 5 kodi, berarti ada sekitar 55 ribu kodi produksi kaos! cukup untuk persediaan sandang kalau terjadi bencana gempa di satu propinsi.

* keren

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s