idealisme apa

so hok gie bilang kalau mahasiswa itu seperti koboi, apabila ada kekacauan mereka turun ke jalan menyelesaikan persoalan lalu sudah. kembali lagi ke kampus, kuliah lagi, lulus dan selesai. jadinya seperti memberi cek kosong sama oportunis oportunis itu. padahal mereka sedang melihat diri mereka sendiri 20 tahun kedepan. siapa yang tahu?

waktu saya jadi mahasiswa baru, romantisme masa lalu mahasiswa itu terus dibangunkan oleh angkatan lama, sepertinya kami diyakinkan bahwa kami juga berhak atas kue sejarah negara ini. dan begitu seterusnya untuk angkatan dibawah kami. dan setiap angkatan pasti kebagian kue itu. pakde saya selalu bilang cuma gerakan mahasiswa yang murni!

‘murni gimana pakde?’

‘iya soalnya pake hati nurani’ untung belum ada partainya wiranto saat itu

‘lo pakde, waktu tahun 66 itu motivasinya kan ekonomi sulit, naik bis umum mahal, makan apalagi’

‘maksudnya?’

‘ya gerakannya pake alasan ekonomi juga dan siklus’

‘siklus? Koq seperti bude ada siklusnya? Maksude gimana?’

‘angkatan 45 didemo angkatan 66, angkatan 66 didemo angkatan 98, nanti pasti angkatan 98 juga didemo’ memang begitu siklusnya

‘jadi kaya wc umum gitu?’ kata pakde

‘lho kok?’

‘iya, waktu diluar gedor gedor, waktu di dalem digedor gedor’

banyak teman yang saya jumpai di kampus sekarang sudah terpampang di poster sebagai caleg. mereka adalah mahasiswa yang dulu teriak ‘turunkan soeharto’ dan ‘turunkan gus dur’. siapa tahu mereka nanti yang diteriaki ‘maling’.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s