si aswatama

kadang saya suka bertanya, kenapa ya kok banyak sekali buku wayang di rumah. kenapa juga saya jadi baca…padahal di masa itu (ngga lama banget) cerita wayang berkompetisi dengan chinmi-kungfu boy, conan, macgyver, airwolf….cukup nanti makin eksplisit masa kecilnya hahaha. toh kalau ketahuan kenapa? ya tidak apa apa. saya cuma suka cerita wayang, tapi kalau nonton nggak terlalu…semalam suntuk. tidak segila itu.

jadi, dikisahkan bahwa pandawa sudah mati akal untuk mengalahkan bisma, bisma itu adalah panglima perang kurawa yang mengajarkan teknik perang pandawa dan kurawa waktu mereka masih abg. istilahnya ya buaya kok di kadalin atau komodo kok dicicakin (lebih jauh gap-nya). nah si resi bisma ini tidak bisa dikalahkan, sakti, ampuh dan yang paling utama adalah pandawa segan.

untungnya (atau sialnya) pandawa memiliki penasihat yang semi licik Krisna. Dia menghasut sulung pandawa Puntadewa untuk berbohong…masalahnya Puntdewa ini adalah the most jujur person di dunia wayang, tidak pernah berbohong makanya diceritakan bahwa darahnya berwarna putih (bukan leukimia) karena saking tidak mau berbohongnya.

mungkin Krisna itu bilang:

‘dik Punta, ini khan kita sudah mulai ngos-ngos-an lawan resi bisma. kita musti cari akal agar kita jadi joss lagi’

‘joss markojos maksudnya mas kris ya’  tanya lugu punta

‘lha iyo, to dik! kalo bisma ndak segera ditumpas yo cilaka ini’

‘cilaka piye to mas’

‘hllhoh, pertama astina tidak jadi milik pandawa, yang kedua lho aku ini dibayar perjam jadi konsultan je..’ alasan yg kedua saya buat sendiri ( 🙂 )

‘gimana caranya mas’

‘begini, bisma itu punya anak namanya aswatama. nah kita undang infotainment itu dan kita bikin gosip aswatama itu mati. nah pasti bisma jadi linglung karena anak satu-satunya mati, ya to!’

‘tapi mas, emangnya resi bisma bakal percaya, dia pasti cek and ricek to mas’

‘nah makanya yg bilang aswatama mati ya panjenengan dik’

‘hah aku, emoh aku mas. nanti image ku hancur. mas mbok jgn bikin character assassination gini mas’

‘lho, tenang aja. ada tungganggan perang…binatang gajah namanya yo aswatama. kita bunuh gajahnya lalu bilang aswatama sudah mati. secara teknis kamu ndak bohong’

‘gimana ya, nanti kalo aswatamanya muncul piye mas?’

‘hlloh, tenang aja dik. aswatama orang biar aku urusi. wis pokoke beress’

betul, krisna membujuk aswatama untuk bersemedi agar kesaktiannya tidak tertandingi di perang itu. setelah aswatama berhasil di pulau buru kan oleh krisna. siasat itu dijalankan, disebarkan berita bahwa aswatama mati. semua prajurit pandawa bersorak bahwa aswatama mati, aswatama mati. beritanya sampai kepada bisma. seperti diduga, dia tidak percaya begitu saja…di cek and ricek

‘betul itu puntadewa?’

‘no komen, resi’

‘heh aku nanya, bener gak aswatama mati? kamu kan ndak pernah bohong pasti berita yg keluar dari mulutmu itu jujur’

‘iya resi aswatama mati’ sambil berbisik ‘aswatama gajah’

bisma kalut, tidak on grip lagi, mulai sedikit linglung persis nanti para caleg yang gagal ke senayan. di saat kalut tadi, anak panah arjuna melesat trengginas ke leher bisma. tidak siap dengan serangan…anak panah itu mulus memotong leher bisma dan roboh. panglima terakhir kurawa sudah mati.

‘lho mas, terus aswatama orang gimana?’

‘ada, setelah perang dia menuntut balas dan membunuh kerabat pandawa kecuali parikesit’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s