ibu kartini

ada kebiasaan saat tanggal 21 april adalah membaca buku pram ‘panggil aku kartini saja’ buku yang saya baca khusus di tanggal 21 april. tidak sampai habis sih…biasanya dilanjutkan lagi tanggal 21 april tahun depannya. bukan sok mengingat tapi hanya kebiasaan buruk tidak bersahabat dengan waktu untuk membaca. Tahun ini akhirnya adalah tahun kealpaan saya membaca buku itu pada tanggal 21 april, excuse-nya adalah dulu baca saat naik mobil umum menuju kantor sedangkan sekarang mana bisa…mau baca sambil nyetir? Haiyah…alasan.

Saat berangkat kerja hari 21 april itu, banyak sekali anak sekolah yang memakai baju adat. Kebanyakan memang kebaya..bukan karena kita sangat javasentris (emang pilpres saja yang mengenal fatsun ini?) tapi mungkin itu yang paling mudah ditemui di tempat persewaan hahaha. Atau apakah karena ibu kartini berkebaya? Tapi kan kita memperingati visinya toh bukan busananya…setuju?! Sambil terus berpikir soal cara kita ber-hari kartini, saya melihat seorang anak perempuan kesulitan naik motor bapaknya karena berkebaya lengkap…menurut saya sebaiknya naik andong saja persis seperti jaman ibu kartini. Andong?

Lho jadi sebaiknya bagaimana kita ber-hari kartini? Ada dua jawaban, yang pertama standar tapi hampir mustahil terlaksana dan yang kedua jawaban populer tapi juga tidak pasti terjadinya. Pertama, seharusnya kita berhari kartini dengan merunut ulang siapa ibu itu, apa yang membuatnya masuk dalam buku sejarah kita? Wuih berat bener. Jawaban kedua adalah kita ber-kartini-an dengan menghargai hak perempuan, ini kan jaman emansipasi, persamaan hak wanita ditonjolkan dan lain lain lah. Perempuan juga bisa punya profesi yang didominasi oleh orang pria!

Nah soal profesi ini, di sekolah keponakan saya memperingati hari kartini dengan memakai baju profesi. Kalau anda menyangkan mudah menebak pasti anda salah total…atau saya sebetulnya. Kalau jaman saya sekolah SD maka yang terlihat adalah anak anak yang mengenakan pakaian dokter, pilot, polisi, tiga angkatan bersenjata, dokter lagi, polisi lagi. Ya itu-itu saja. Kalau sekarang (ini beneran)? Kemarin saya melihat ada anak yang pakai kostum frank lampard pemain Chelsea, ada yang pakai baju petenis, arkeolog, suster tegap bukan ngesot (kalau ada yg ngesot sungguh menyedihkan pastinya), dan yang membuat saya geli adalah 2 baju yang dipakai anak perempuan, yang pertama adalah baju princess? Hei princess bukan profesi khan…kecuali anda pergi ke britania dan menikahi pangeran di sana. Satu lagi adalah tukang jamu gendong hahaha…saya tertawa bukan meremehkan…tapi saya rasa ini gabungan kecerdasan dan tidak mau repot.

Masih soal ponakan saya. Dia baru saja memperingati hari bumi dengan menanam pohon dirumahnya. Pertanyaan saya adalah kenapa kita bisa memperingati hari bumi dengan kegiatan yang berhubungan dan sangat kontekstual sedangkan kita memperingati hari monumental kita sendiri seakan mengalami kegagapan?!.

’terus menurut mas bagaimana cara kita memperingati hari kartini?’ saya tanya sama mas hanip

’ya memperingati dan menjalankan emansipasinya dong’ kata mas hanip

’misalnya opo?, yang konkrit lo…jangan dekontruksi konsep….halah’

’ya biarkan para wanita kesempatan bekerja penuh pada tanggal 21 april dan berilah pria libur sehari untuk ngurusin rumah’ wah mas hanip kadang punya konsep kesetaraan jender

’wah ini sih sampeyan lagi ngece ngece emansipasi….’ saya pancing

’maksudnya gimana, lha tadi kan ditanya’

’maksudnya ngurusin urusan domestik itu’

’iya urusan domestik itu diurusin pria sehari saja’ kayanya niatnya kuat nih mas hanip

’gimana caranya…yang konkrit lo’

’gini caranya berkoordinasi dengan pembantu rumah tangga untuk beresin rumah’

’pembantunya laki opo perempuan?’ saya tanya

’yo perempuan jeh…’

’sudah saya duga…’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s