harley davidson dan mangga

ratusan komentar di detikcom seperti kawanan anjing yang menyalak saat ada orang mncurigakan. galak, sangar, siap menggigit dan ada aroma benci hahaha. dipicu ada bapak yang dikasari di jalur puncak oleh segerombolan oknum pengendara motor gede karena menghalangi jalan mereka. Moge sih! coba yg dihalangi kereta pasti ditebas sama kereta, ini moge broer! kan sayang kalau lecet dan baret. Nah ditambah yang punya moge ini orang yang punya duit lebih maka harley davidson jadi diibaratkan alat penindas orang miskin kalau kata orang jadi semangkin. Sama seperti orang Zaire (sekarang Kongo)  benci sekali dengan Goerge Foreman ketika akan berduel lawan Ali, kenapa benci wong sama-sama keriting dan negro? Soalnya foreman datang dengan anjing kesayangannya yang dianggap warga sana adalah simbol penjajahan karena para polisi kolonial selalu membawa anjing, padahal pasti dia nggak ada maksud atau harusnya dia bawa kelinci atau betet sekalian seperti kapten hook. Hasilnya foreman terjengkang, meskipun itu karena kecerdikan ali tapi penonton semua mendewakan ali. Ali boma ye!

Nah lalu mereka minta dispensasi agar bisa lewat jalan tol?! Lebih baik dilegalkan daripada nyolong-nyolong katanya. Ke suramadu aja pak, disana motor boleh lewat atau touringnya pas banjir aja saat tol dibuka untuk roda dua. Seringkali orang ditunjukkan bahwa sesuatu yang istimewa hanya didapat oleh elit saja, moge cuma satu contoh. Bosan tidak dapat akses istimewa itu juga yang membuat komentar di detikcom jadi pedes, panas, merah pula (red hot chili peppers).

‘oom kenapa sih kok bapak-bapak yang naik moge itu seenaknya’ Tanya saya ke oom saya

‘ah itu sih oknum’

‘oknum koq sering, oom’

‘seenaknya gimana maksudmu?’ lho kok marah batin saya

‘ya itu sok yang punya jalan, mau masuk tol lagi’

‘ah naik moge kan ndak tiap hari’ lho kok permisif jadinya

‘lha nggak bisa jadi justifikasi dong oom’ jadi debat nih

‘metromini, bajaj, motor juga seenaknya di jalan’ lho kok nyalahin yang lain

‘yah emang sudah tabiatnya kan oom’

‘nah itu dia’ oom saya seperti puas

‘nggak ngerti saya’

‘emang sudah tabiatnya, kami yang naik harley minta keistimewaan sama aparat dikasih. bedanya kalau orang macam kamu ndak dikabulkan gitu kan’

‘mmmm’

‘sebetulnya kalau orang macam kamu juga dikasih keistimewaan pasti juga pake jalan sa’udelmu dewe toh’ lho kok pake urat

‘belum tahu oom, wong belum pernah dapet’

‘emang kamu gak pernah masuk jalan busway?’

‘pernah’ sial…kenah deh

‘emang waktu dulu kamu kuliah naik motor nggak pernah nyalip-nyalip pas macet terus spion orang kesenggol’

‘pernah’ 2-0 deh

‘sekarang pas kamu naik mobil, emang gak pernah motong jalan orang?’

‘pernah’ hattrick deh kaya brasil lawan italia.

‘ya udah’

Kok sepertinya oom saya membuatnya menjadi sederhana, bahwa kita semua juga berlaku buruk bila kelakuan itu menguntungkan kita. ngomong soal keuntungan, dulu india memperbolehkan harley davidson dijual di negaranya asal amerika serikat mengimport mangga dari india. oom, u damn rite!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s