dia lagi

mengutip headline koran tempo pagi ini. sby mulus melenggang ke istana negara, beberpa minggu hasil survey sedikit membuat ramai dengan turunnya rating pamor sby tapi toh tetap tidak mampu menjegal dia menjadi presiden lagi. dia lagi! untungnya UUD yang sudah diamandemen tidak memberi ruang untuk presiden menjabat 3 kali.

kemarin itu seperti hari lebaran kata komardin hidayat, ada gairah untuk datang ke tps. memang pemilu 2009 lebih greget dari lima tahun lalu, lima tahun lalu pemilu cuma seperti upacara saja sedangkan sekarang mirip dengan sinetron…pake bumbu meskipun nggak pas.

bumbu yang pertama itu namanya kisruh dpt…lho kalo bikin sensus aja ndak bener jangan-jangan jumlah orang miskin yang katanya berkurang  juga nggak bener. lho kalo yang bagus bagus buat incumbent tentu benar, kalau yang jelek ya itu salah institusi toh! sampai akhirnya MK memutuskan boleh memilih menggunakan ktp. eh sialnya banyak kelurahan ketiban kerjaan ngurusin bikin ktp baru…jadi ini positifnya akhirnya pada bikin ktp.

bumbu yang kedua, polling-polling-an. sebagai orang yang pernah tahu sulitnya bikin penelitian saya agak risih dengan permasalahan metode dan sponsor survey. emang bikin survey itu gampang? nggak-lah saya aja suruh ngulang ambil data sebagai syarat kelulusan. sama seperti bumbu pertama, kalau surveynya tidak bagus maka ini pastilah survey kacangan…kalau surveynya bagus pasti sudah mesam mesem. kita ini gelagapan melihat angka survey, naik turun 1% bingung artinya apa.

bumbu yang ketiga, debat capres. saya sih lebih senang lihat JK! ndak peduli itu karena konsepnya tapi karena gaya ngomongnya. dibanding Mega dan SBY yang anyep-anyep saja, JK lebih berwarna.

‘lho mas kok nggak lihat programnya?’

‘buat apa? wong programnya sama semua, nggak ada yang baru dan beda’

kata pengamat politik kita ini masih ‘pemilih budaya’ bukan ‘pemilih politik’, yang kalem dan yang didzalimi itu yang dipilih. saya ndak sepakat, saya ini ‘pemilih nagabonar’ yaitu metode nagabonar menunjukkan lokasi bentengnya sama belanda, pemilih spontan….jadi memang menggunakan hari nurani toh (murni lagi).

bumbu keempat, yang dalam berapa hari ini mungkin ramai adalah sindrom ndak siap kalah dan ndak siap menang. orang yang ndak siap kalah itu berarti dia juga ndak siap menang. kalah itu ndak menyenangkan, winner takes all! kata al gore waktu kalah dari bush adalah ‘kalah dan menang sama pentingnya karena akan memuliakan jiwa’. ndak tahu memang dia bijak atau buat pencitraan tapi itu kalimat yang bagus.

bumbu kelima, bagi bagi kue! lho ndak ada makan siang gratis kecuali dalam perangkap tikus. sekarang yang menang siap ditagih oleh kongsi-kongsinya, yang penting semua hepi. mari kita hitung parti pendukung dapat jatah apa saja di kabinet. ini kabinet pelangi…ya bukan, ini kabinet gado-gado! ya kadang racikannya pas kadang nggak enak tapi yang penting semuanya deh ada disini seperti kata rina gunawan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s