sosial apa antisosial

10151443saya dulu punya guru sosiologi antropologi namanya Sir John Artur, waktu itu pelatih Manchester United masih Alex Ferguson dan belum dapet gelar Sir. itulah perkenalannya kepada kami ketika baru saja naik ke kelas 2 smu. koq bisa namanya bau bule tapi tampang bapak-bapak jawa. mungkin saja dia keturunan prajuritnya Mallaby yang tewas di surabaya…ah nggak lah. Sir John Artur ternyata namanya Soejono. jadi maksudnya Sir John itu adalah pak jon…terus arturnya nama fam dong. bukan itu akronim…arek turen.

di kelas itu saya inget soal sosial, antisosial dan asosial. apa beda antisosial dan asosial juga masih kabur seperti beda antara kreatif dan kurang kerjaan.  antisosial sebutan buat mereka yg tahu nilai sosial tapi memilih tidak menggunakannya…itu seperti saya yang tidak menegur bapak bapak yang merokok di kopaja karena ada mbak yang batuk batuk terus daritadi. kalau asosial mereka yang tidak tahu nilai sosial

jaman ini adalah jaman social media network. ada jamaah fesbukiyah, tarekat twitter, majelis blogger dan lain lain. dulu kita cuma punya temen main, temen sekolah, temen kampung maka sekarang maka tambah temen online. tadinya saya percaya bahwa itu memang social media…tapi sekarang saya berpikir ulang. itu dimulai dari kasus espn ( http://backporch.fanhouse.com/2009/08/05/espns-new-twitter-policy-seems-short-sighted-may-be-oddly-sens/ ) yang dengan tangan besi mengeluarkan kebijakan soal penggunaan social media pada staffnya. disusul marinir as yang sudah melarang prajuritnya menggunakan facebook, twitter, dan bentuk lain. “…..exposes unnecessary information to adversaries and provides an easy conduit for information leakage that puts opsec (operational security), comsec (communications security)… at an elevated risk of compromise”. itulah karakter social media hal ndak penting diekspose dan yang lain bisa mengetahui bahkan berkomentar.

saya sedang bersimpati dengan identitas! pada waktunya nanti kita yang lahir tanpa beban dan merdeka akan terbatasi. interaksi sosial yang dijual oleh social media yang akan membonsai kemerdekaan itu. saya tidak bilang soal hilangnya kemerdekaan samasekali….tapi saat ada waktu beberapa detik atau menit yang menahan spontanitas kita untuk berpendapat, share, memberikan komentar, mendukung sesuatu dan lainnya.  

koq dibatasin gitu? karena manusia mahluk sosial yang tidak sehebat semut, gajah dan lebah.

Iklan

2 pemikiran pada “sosial apa antisosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s