menteri mantri

chessdi jalur ring road balairung ke fkm ui, percakapan yang ganjil itu terjadi. saya bersama teman saya (beda 3 tahun angkatan) sedang membahas kabinet barunya presiden wahid atau gus dur. sebagai mahasiswa sains saya bertanya kok bisa AS Hikam jadi menristek?

‘pak, menteri itu kan jabatan politis!’ kata temen saya ini

‘lho kan harus kompeten juga’

‘nah itu nomer dua’ (mungkin nomer satunya kecap)

perbincangan itu terjadi di motor gl max tunggangan saya waktu kuliah. sekarang bartahun-tahun setelahnya presiden terpilih sedang melengkapi tim-nya untuk berlaga 5 tahun kedepan. tiga hari disiapkan oleh sby untuk mewawancarai kandidat. kalau tiga hari salah pilih maka 5 tahun kita rakyat yang ketempuhan.

kalau saya nunggu berapa wakil partai yang masuk dalam kabinet ini, lalu berapa yang profesional. nah seminggu ini banyak dikotomi antara wakil partai dan profesional seolah olah dua hal itu tidak ada kaitan. sepertinya lebih masuk akal saya kalau klasifikasinya adalah wakil partai dan non wakil partai…iya dong! nggak bisa pake elemen ‘profesional’ karena mosok pilihannya yang profesional dan tidak profesional iya kan.

nantinya tim pak sby seperti tim sepakbola, ada pemain striker yang harusnya bikin gol tapi malah ‘bunuh diri’ atau ada gelandang yang nggak kuat lari atau mungkin ada pemain yang cuma lari lari aja tanpa dapet bola…nah semoga mereka yang bermain seperti itu bisa langsung diganti dengan cadangannya..tentu yang mainnya nggak lebih parah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s