1.000.000 facebookers

demokrasi itu diterjemahkan dalam kuantitas, one man one vote lah salah satunya. nah mungkin pencetus ide ini tidak sadar bahwa akhirnya demokrasi seperti bola sepak takraw yang di juggling terus oleh pemainnya. waktu jaman orde baru kita membandingkan pagar demokrasi kita dengan negara tetangga filipina, rakyat mereka turun ke jalan dan di depan istana malacanang berteriak: turunkan marcos!…weits jaman itu kita juga berani kok, turun ke jalan dan di depan istana merdeka sambil berteriak lantang yang sama: turunkan marcos!!! apa bedanya malah boleh pake pengeras suara 5000 watt mungkin.

katanya salah satu pilar demokrasi adalah media, masa? kalau lihat peta dukungan media saat bursa pemilihan ketua golkar ya itu cuma ngomong aja yang bau! salah satu media baru untuk menyampaikan aspirasi saat ini adalah melalui jejaring sosial facebook. facebook lebih membuka ruang seluas-luasnya daripada dpr dan dprd, bahkan saat sidang juga anggota dewan jadi facebookers…mungkin karena interupsinya tidak digubris. yang terakhir adalah gerakan sejuta facebookers dukung chandra hamzah dan bibit riyanto, disadari atau tidak gerakannya jadi seperti bola salju. suaranya tiba tiba lebih tajam dari tukang kritik atau lebih nyaring dari dengkuran di empuknya kursi senayan.

‘lhoh kok sejuta fesbukers, itu kan cuma dikit oom’ tanya mpok ani

‘iya cuma 2 kecamatan doang di jakarta’ kata saya

‘lhah kecamatan? pan penduduk indonesianya kan ratusan juta, secuil dong’ bener juga nih mpok ani

‘gini mpok’ mencoba terlihat punya argumen

‘dulu perangnya rasul pasukannya kan dikit tapi menang terus’ lhah apa urusan kok rasul dibawa-bawa (ini jawaban kepepet…seperti kapolri)

‘lhoh kalo gitu nggak perlu sejuta dong, seribu misalnya atau sorangan ajah’ nah skak…ampun mpok

‘ini kan cuma simbol pok, simbol buat dikuping lebih enak sejuta dibanding seribu’

‘yah oom, di dompet juga lebih enak sejuta dibanding seribu’ emm ini salah satu masyarakat ekonomis!

‘yah gitu deh pokoknya’ jawaban pamungkas saya kan saya employer-nya dia employee nah berarti saya punya veto dong.

pett, listrik mati…padahal saya mau klik become fan gerakan 1.000.000 facebookers stop pemadaman listrik.

Iklan

cicak dan kpk

cicak-vs-buayabelakangan kantor KPK yang bisa terlihat dari kantor saya ramai didatangi oleh elemen masyarakat. para cicakmania ini memberi dukungan kepada 2 pimpinan KPK – Chandra Hamzah dan Bibit Riyanto. dimulai dari salah kaprahnya polisi menjerat keduanya dengan pasal plin plan, ini menjadi pelecehan logika umum dan seperti memerkosa akal sehat dan jiwa yang waras. gerakan mendukung mereka di facebook sudah menembus setengah juta lebih dan mungkin seminggu lagi bisa sampai angka yang dituju.

bapak bapak petinggi polisi yang terhormat, kami – rakyat biasa ini seperti sepatu. sudah sering diinjak-injak oleh sistem dan orang menyebalkan! bisa saja itu saat kami menunggu mobil pejabat lewat atau transit saat kami harus me-legowo-kan kereta ekonomi pengap kami disusul kereta express, belum lagi jadwal piket mati listrik yang kami alami sedangkan disisi lain listrik diputus bila terlambat membayar sehari. maka…saat anggota bapak bilang ‘cicak kok lawan buaya’ kami sewot!

mungkin kami tidak obyektif, tapi arogansi itu menyebalkan. jelas kami mendukung cicak. biarlah anda saja si buaya yang menjadi teman nyamuk yang menghisap kami sampai kempot!