gurame cilelet

sampean tahu dimana itu cilelet? itu satu dusun dengan cikeas. cilelet pernah mau memerdekaan dirinya dan terlepas dari nkri disebabkan sifat penduduknya yang lelet bahkan sampai perangkat aparatnya juga lelet…namanya juga cilelet! nah ujug ujug ada seorang ilmuwan yang membuat kisah soal cilelet, bukan karena leletnya tetapi karena gurame-nya. rumornya gurame cilelet sangat rakus, semua makanan yang diberikan langsung ditelen tanpa dikunyah..lha namanya juga ikan! selain rakus gurame cilelet ada ribuan jadi mirip dengan rekening departemen yang ditertibkan kemarin. gosip ini jelas membuat warga cilelet berang, pertama mereka berang karena ini gosip malah jatuhnya jadi ghibah yang mana haram hukumnya. yang kedua mereka bilang gurame itu bukan milik warga cilelet…lho?! jadi gurame itu miliki sopo?

warga cilelet bilang itu punya warga cikeas dan namanya harusnya gurame cikeas.

‘enak aja nuduh, kami sedih dengan perkembangan belakangan ini timbul fitnah yang meresahkan’ kata pak boyo seorang jogoboyo cikeas

‘janganlah menodai demokrasi dengan berita yang menggunakan data sekunder’ kata pak boyo lagi dalam pidatonya.

warga cikeas pantas resah karena mereka sering ditimpa masalah, baru saja mereka hibah fauna dari negara singapura seekor buaya dan seekor cicak…yang ndak akur-akur padahal mungkin satu nenek moyang. kok sekarang masih ditambah dengan fitnahan warga cilelet.

‘saya sampaikan sekali lagi bahwa tolong jangan melempar fitnah yang keji’ kata pak boyo dengan suara bergetar…

‘itu bukan gurame kami, tolong sekali lagi sampaikanlah berita yang benar’ pak boyo mencoba menjelaskan situasi secara langsung tanpa jubirnya

‘lagipula….kami ini kan udah punya gurita…plis dong ah’

Iklan

sapi perah gosip

coba bangunlah lebih pagi, maka porsi acaranya adalah berita. seingat saya, dulu mungkin 10 tahun yang lalu berita tidak sepagi sekarang. mau berpikir positif? para televisi berlomba paling wahid dalam menyampaikan kabar termasuk siapa yang paling duluan….padahal kan terserah tangan si penonton yang pegang remote. agak siangan dikit atau jam anak sekolah maka infotainment seperti parkir paralel di channel tv, semuanya hampir bareng, beritanya juga sama, orangnya…lu lagi lu lagi.

kadang saya suka mikir walaupun sangat jarang, kenapa saya harus tahu urusan mbak ini yang lagi cerai atau mas itu yang kawin lagi. apa urusannya? sedulur bukan, tetangga bukan, kenal apalagi. mereka yang disebut selebriti itu seperti tergadai hidupnya untuk kamera dan diteruskan ke pemirsa. selebriti perlu dikuntit biar kalau ketahuan pacaran langsung digosipin, atau kalau tiba tiba nongol di komdak bisa dijadikan bahan berita. pokoknya selebriti itu mau yang kinclong atau kintel adalah sapi perah berita gosip!

Luna Maya ribut dengan pewarta gosip, masing masing mempertahankan prinsip…

‘walah mas prinsip opo toh?’ sopo iki nyamber aja wong lagi beropini kok diinterupsi…emange pansus opo

‘prinsip hak masing masing’ kata saya

‘walah kok koyo perang, masing masing berjuang untuk haknya’

‘gini mas, si luna merasa para wartawan sudah kelewatan nah si wartawan bilang luna melakukan pencemaran nama baik’

‘nama baik opo, wong orangnya aja kita ndak kenal?’

lho bener juga ya, kan kita ndak kenal orangnya bagaimana kita tahu bahwa nama dia sudah baik sebelumnya ya?.  gimana kalau namanya sudah kadung ndak terlalu baik? nah ini pencemaran akal budi namanya.sudahlah saling memaafkan saja, janganlah membuang energi bangsa yang lagi letoi ini.

sambil jalan pulang ke depok di kereta listrik cepat, saya mencuri dengar ada orang bisik bisik:

‘lumayan lumayan’

‘iya bos lumayan…sekarang lagi kesirep sama konflik luna maya hehehe’

‘nah gitu dong…besok tolong kamu buat yang lebih bagus lagi: misalnya selebriti kesrempet busway, atau selebriti ditilang karena lewat jalan 3 in 1, atau selebriti kehabisan tiket kereta api’

‘lho kalo terus terusan nanti orang jadi lupa dong sama century, susno, anggoro, ujian nasional’

‘ya memang gitu maksudnya, ogeb lu ah’