pansus – topan lesus

Image: Vivanews.com

sejak resmi pindah rumah dari kalibata ke depok tahun lalu, ada pola hidup saya yang ganti. salah satunya adalah menjadi rombongan kereta (roker) atau anak kereta (anker), selain lebih masuk akal-menggunakan kereta lebih humanis (ndak individual seperti naik mobil)…..maksudnya humanis lebih sering melihat tingkah laku mahluk komuter ini yang unik dan membiarkannya eh maksudnya bertoleransi.

dua hari lalu sewaktu baru saja mempositioning-kan duduk di boncengan ojek, saya langsung ditodong oleh kang jacko (ojek)…maklum belum kenalan dengan satria penunggang (motor) bebek ini.

‘piye century ini mas….?’ lah emang gw anggota pansus apa? batin saya

‘mbulet kang’ jawaban sekenanya…dan hei memang mbulet kan

‘kayake gak kemana-mana yo’ kang jacko mulai putus asa

‘kurang pinter kang…kalah sama sri mulyani dan boediono’ lah memang kurang smart kan

‘padahal anggarane sidang milyaran yo’ …nah bener juga! dulu sebelum mulai sidang saja sudah dianggarkan sekitar 3 miliar untuk sidang pansus.

masyarakat mungkin mulai putus asa..saya sih sudah putus asa dari profil anggota dewan saat audiensi dengan polri dan kpk. pansus ini jadi semacam acara dagelan topan lesus, ya isinya ndagel. sejujurnya saat awal dibentuk saya berharap ada informasi yang terang kembuletan ini, tapi lama kelamaan saya mengikuti sidang pansus bukan karena membutuhkan password untuk kembuletan kasus century. saya membutuhkan sidang pansus untuk hiburan, melepas stres persis seperti dagelan topan lesus…ndak punya ekspektasi lebih.

bahkan beberapa anggota pansus memang sadar bahwa mereka sekarang adalah pengumpul rating tinggi televisi. lha gimana nggak, wong lebih dramatis dari cinta fitri, lebih seru dari buser, lebih nyata daripada termehek mehek, dan lebih banyak jegal menjegal daripada siaran liga indonesia.

tiba tiba di depan landmark ojek mulai mbleret, ndut-ndutan, terus mati.

‘wah ngadat iki,mas’

‘lha mungkin businya kang’

‘iyo mungkin’

wah…kayanya kualat sama pansus, semoga nasib pansus century ndak seperti ojek kang jacko..mbleret, ngadat dan ndut-ndutan. bener gak?

ujian nasional

Image: Slate.com

gugatan kristiono kepada pemerintah telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru dan fasilitas pendidikan dikabulkan mahkamah agung, akibatnya menurut asumsi kebanyakan orang (terutama yang menolak un sebagai standar tunggal kelulusan) adalah pemerintah dilarang untuk melaksanakan ujian nasional selama belum becus meningkatkan kualitas dan fasilitas pendidikan…nah. siapa sih pak kristiono ini kok bisa ‘mengangkangi’ birokrat? kristiono adalah ayah yang kecewa karena putrinya tidak lulus ujian nasional tahun 2006. dari tiga mata pelajaran yang diujikan, dua mata pelajaran mendapat nilai 8 dan satu mendapat nilai 4. sesuai standar kelulusan, nilai minimal yang dinyatakan lulus adalah 4,26! ndak adil buat indah-anak kristiono karena ada beberapa murid lain yang mendapat 5 semua tapi lulus…lha wong nilainya lebih dari 4.26 semua ya lulus. lalu pak kristiono mengadukan ketidakadilan yang dialami anaknya ke LBH dan seterusnya kasus menjadi bola salju.

pemerintah lalai dalam meningkatkan kualitas guru? sebetulnya kualitas guru yang baik itu seperti apa to? atau pertanyaannya apakah kualitas guru memang begitu melempemnya? buat saya guru berkualitas itu gambarannya sederhana saja yaitu membuat pelajaran menjadi mudah dimengerti oleh murid. itu yang dibilang dosen saya bahwa tugas profesor itu membuat permasalahan menjadi mudah dipecahkan oleh mahasiswanya, kalau tetap jadi sulit itu berarti profesornya ndak berkualitas hahahaha…maaf maaf.

pemahaman guru seperti tadi saya sadari ketika kuliah, lalu apa yang saya sebut guru berkualitas saat sd? mudah saja yaitu kalau guru itu membuat kami tertawa atau ndak suka menghukum murid. mudahnya begini, waktu sd saya merasa buat apa sekolah, kok mesti ngoyo bangun pagi buat masuk jam 6.30? buat apa? jadi menurut saya, sekolah itu harus menyenangkan toh! apakah kurang ajar saya bertanya ‘buat apa sekolah’  ? nggaklah thomas alfa edison saja waktu kecil juga bertanya seperti itu? kalau anda ndak tahu si edison ini atau tahu tapi masih samar samar cobalah cari di wikipedia :-).

kita perlu standar memang benar, tapi perumpamaannya kalo ndak mengajari orang bahasa inggris maka jangan menagih kemampuan bahasa inggrisnya. atau jangan ujian nasional itu seperti veto amerika terhadap resolusi ke israel toh…! lha gusti Allah tidak hanya menilai orang dari sholatnya untuk masuk surga,jeh..

kitchen cabinet : dari mpok ani ke mpok mini

kalau anda pembaca buku mangan ora mangan ngumpul guratan ceritanya mendiang umar kayam pasti anda mengenal kitchen kabinetnya: rigen, istrinya, beny prakosa dan tolo tolo. nah penggerak roda pemerintahan domestic rumah tangga itu juga diadopsi di rumah saya. sebelum saya pindah ke depok, staff kitchen cabinet saya adalah mpok ani-salah satu putra terbaik daerah kalibata dimana saya tinggal sebelumnya. Mpok ani punya karakter yang kuat, yang paling ndak tahan adalah cara dia menskakmat saya terutama dalam urusan ngompol (ngomong politik) bahkan saya membayangkan harusnya dia punya acara sendiri ‘kick ani’! yah masa pemerintahan negara kalibata sudah selesai tapi mpok ani pasti ditarik untuk masuk kitchen cabinet di Negara domestik lain disana.

Kitchen cabinet saya lebih mudah dibentuk, yang jelas ndak pake kompromi politik dan ndak harus ada keterwakilan partai tertentu. Kitchen cabinet saya memakai pemahaman padat karya, maksudnya dengan mengangkat staf kitchen cabinet maka aka nada satu atau dua orang yang menjadi produktif. Semenjak di depok, saya sudah berganti kitchen cabinet sebanyak 3 kali. Reshuffle dilakukan karena dalam program 100 hari mereka tidak tercapai…nah kalau urusan reshuffle ini menjadi tugas perdana menteri saya..istri saya yang tercinta. Staf cabinet pertama diisi oleh orang jogja asli, senior atau kalau istilah cabinet pembangunan dulu ‘begawan’. Dilihat dari cv-nya sudah berpengalaman seperti habibie-selalu menjadi menteri andalan. Tapi apa mau dikata, beliau tidak cocok dengan fasilitas staf cabinet yang ditawarkan.

Staf kitchen cabinet saya yang kedua adalah anak muda, namanya cinta…yah namanya anak muda..cinta..pula! karena nama adalah doa dan ternyata doa orangtuanya cinta dikabulkan maka jadilah cinta staf cabinet saya yang paling getol pacaran (termasuk romantisme tetek bengek itu). Keputusan untuk mereshuffle cabinet menjadi kebutuhan yang mendesak.

‘pak ini bisa gawat nih’ kata istri saya sebagai perdana menteri, sebagai penganut sistem parlementer maka kepala pemerintahan dilakoni perdana menteri.

‘apa yang gawat’ sebagai presiden atau kepala Negara saya harus tetap tenang atau lebih tepatnya mencitrakan diri saya orang yang tangguh.

‘ini staf cabinet kita..cinta harus segera direshuffle..dilengserkan’ kata perdana menteri saya itu

’emangnya kenapa kalau ndak diganti?’

‘kalau tidak diganti gawat! Bisa berdampak sistemik!’ …lha kayanya memang gawat

‘baiklah kalau begitu, segera lakukan langkah penyelamatan saya ndak mau mencampuri proses legalnya ya’ sebagai presiden saya kan harus terlihat netral…demi citra!

Akhirnya langkah penyelamatan dilakukan dan saya tugaskan perdana menteri untuk segera membentuk cabinet baru. Ketakutan saya akan cabinet jatuh bangun saat demokrasi terpimpin bakal terulang di Negara domestik saya. dalam waktu yang sangat cepat kami sudah mendapat staf cabinet baru: mpok mini! Mpok mini sudah melalui fit and proper test sebagai staf cabinet kami, yang lebih hebat dia mau menandatangani pakta integritas dan melaporkan kekayaannya! (ndaklah)

Selamat datang mpok mini, selamat mengabdi!

hendri

Foto: Persda/fx Iswanto (Kompas.com)

sepakbola seperti agama kedua buat orang brazil, ndak heran mereka sudah 5 kali menjadi juara dunia dan sedang memburu gelar keenam mereka di afrika selatan tengah tahun nanti. di indonesia sepakbola seperti agama tanpa kitab suci dan rasul yang berarti ndak mungkin jadi agama keenam di indonesia..ingat nggak syarat agama diakui adalah punya kitab suci dan rasul, minimal itu yang sampaikan guru pendidikan moral pancasila saya waktu itu.

sepakbola jadi olahraga ngepop di kampung kampung. selain murah, sepakbola juga permainan gotong royong jadi merupakan sarana murah menyerap aspirasi orang indonesia untuk ngumpul ngumpul. mungkin ngetopnya sepakbola di indonesia sama dengan di brazil tapi kalau bicara tim nasional jelas ndak sama ngetopnya, kalau brasil ngetop lha kalau indonesia masih ngepot sana ngepot sini utuk meraih medali sea games sekalipun.

tahun 2009 tim nasional sungguh seperti krupuk, populer tapi ndak bergizi! timnas sea games gagal meraih kemenangan sekalipun, keok lawan laos dan myanmar – sebuah hal yang hampir mustahil terjadi 10 tahun lalu. sebelumnya timnas usia 19 juga gagal lolos ke piala asia…ruwet pokoknya. maka ketika timnas senior masih punya peluang untuk lolos ke piala asia 2011 saya antusias nonton pertandingan indonesia vs oman. kita bisa menahan oman dikandangnya, mengapa tidak bisa menang disini? iya khan.

tapi sejak kick off babak pertama menit demi menit saya semakin gregetan karena pemain oman seperti sedang menjajah semua jengkal tanah lapangan kita. pemain pemain kita jelas kalah tinggi, kalah akal, kalah cepet cuma nggak kalah semangat. gol pertama sebab bek kita kurang tinggi loncatnya, markus keeper timnas yang mainnya lumayan malam itu juga takluk…setelah gol pertama saya jadi nggak yakin kita bisa menang yah masih untung ndak dibantai. tapi gol boaz di menit akhir babak pertama seperti menyetrum penonton, membuat sadar bahwa tim ini masih punya peluang menang. ternyata begitu babak kedua dimulai saya semakin yakin bahwa setrum tadi lebih mirip alat pengejut jantung…tidah berhasil membuat denyut. setelah gol kedua oman membuat konfirmasi bahwa timnas masih jauh kualitasnya dari tim oman. makin mangkel karena pemain pemain timnas ini adalah pemain yang memiliki nilai kontrak 400 – 800 juta semusim di indonesia super league. jadi seperti membayangkan para level CEO perusahaan indonesia yang ndak berkutik di meeting regional dengan CEO negara lain…payah!

ditengah kemangkelan saya itu, tiba tiba ada slonong boy masuk lapangan mencuri bola dari permainan dan menggiring bola sampai gawang oman. hendri mulyadi gregetan kok timnas ndak bisa mencetak gol, maka rasa setiakawan dia muncul dan mencoba membantu menceploskan bola dengan kaki telanjangnya. bola ditendang lemah, mungkin senyum al habsi-kiper oman membuat grogi hendri atau grogi bahwa dia bakal di smackdown pak polisi sebentar lagi. buat sebagian orang hendri menjadi pelengkap sebalnya penonton maka dia ikut dilempari botol tapi buat sebagian yang lain hendri anti status quo hahaha…pssi yang sudah lama jadi incaran tembak kritik semakin menjadi bulan bulanan, maka ditasbihkanlah hendri menjadi pahlawan. gus dur aja perlu bertahun tahun baru diusulkan menjadi pahlawan, nah ini hendri cuma berapa detik aksinya sudah dibilang pahlawan.

menurut saya harusnya jangan hanya hendri yang masuk lapangan, tapi juga nurdin halid, andi darussalam juga andi malarangeng sekalian..nah bikin gol sana. kalau sulit ke gawan oman ya bikin gol saja ke gawang sendiri.