hendri

Foto: Persda/fx Iswanto (Kompas.com)

sepakbola seperti agama kedua buat orang brazil, ndak heran mereka sudah 5 kali menjadi juara dunia dan sedang memburu gelar keenam mereka di afrika selatan tengah tahun nanti. di indonesia sepakbola seperti agama tanpa kitab suci dan rasul yang berarti ndak mungkin jadi agama keenam di indonesia..ingat nggak syarat agama diakui adalah punya kitab suci dan rasul, minimal itu yang sampaikan guru pendidikan moral pancasila saya waktu itu.

sepakbola jadi olahraga ngepop di kampung kampung. selain murah, sepakbola juga permainan gotong royong jadi merupakan sarana murah menyerap aspirasi orang indonesia untuk ngumpul ngumpul. mungkin ngetopnya sepakbola di indonesia sama dengan di brazil tapi kalau bicara tim nasional jelas ndak sama ngetopnya, kalau brasil ngetop lha kalau indonesia masih ngepot sana ngepot sini utuk meraih medali sea games sekalipun.

tahun 2009 tim nasional sungguh seperti krupuk, populer tapi ndak bergizi! timnas sea games gagal meraih kemenangan sekalipun, keok lawan laos dan myanmar – sebuah hal yang hampir mustahil terjadi 10 tahun lalu. sebelumnya timnas usia 19 juga gagal lolos ke piala asia…ruwet pokoknya. maka ketika timnas senior masih punya peluang untuk lolos ke piala asia 2011 saya antusias nonton pertandingan indonesia vs oman. kita bisa menahan oman dikandangnya, mengapa tidak bisa menang disini? iya khan.

tapi sejak kick off babak pertama menit demi menit saya semakin gregetan karena pemain oman seperti sedang menjajah semua jengkal tanah lapangan kita. pemain pemain kita jelas kalah tinggi, kalah akal, kalah cepet cuma nggak kalah semangat. gol pertama sebab bek kita kurang tinggi loncatnya, markus keeper timnas yang mainnya lumayan malam itu juga takluk…setelah gol pertama saya jadi nggak yakin kita bisa menang yah masih untung ndak dibantai. tapi gol boaz di menit akhir babak pertama seperti menyetrum penonton, membuat sadar bahwa tim ini masih punya peluang menang. ternyata begitu babak kedua dimulai saya semakin yakin bahwa setrum tadi lebih mirip alat pengejut jantung…tidah berhasil membuat denyut. setelah gol kedua oman membuat konfirmasi bahwa timnas masih jauh kualitasnya dari tim oman. makin mangkel karena pemain pemain timnas ini adalah pemain yang memiliki nilai kontrak 400 – 800 juta semusim di indonesia super league. jadi seperti membayangkan para level CEO perusahaan indonesia yang ndak berkutik di meeting regional dengan CEO negara lain…payah!

ditengah kemangkelan saya itu, tiba tiba ada slonong boy masuk lapangan mencuri bola dari permainan dan menggiring bola sampai gawang oman. hendri mulyadi gregetan kok timnas ndak bisa mencetak gol, maka rasa setiakawan dia muncul dan mencoba membantu menceploskan bola dengan kaki telanjangnya. bola ditendang lemah, mungkin senyum al habsi-kiper oman membuat grogi hendri atau grogi bahwa dia bakal di smackdown pak polisi sebentar lagi. buat sebagian orang hendri menjadi pelengkap sebalnya penonton maka dia ikut dilempari botol tapi buat sebagian yang lain hendri anti status quo hahaha…pssi yang sudah lama jadi incaran tembak kritik semakin menjadi bulan bulanan, maka ditasbihkanlah hendri menjadi pahlawan. gus dur aja perlu bertahun tahun baru diusulkan menjadi pahlawan, nah ini hendri cuma berapa detik aksinya sudah dibilang pahlawan.

menurut saya harusnya jangan hanya hendri yang masuk lapangan, tapi juga nurdin halid, andi darussalam juga andi malarangeng sekalian..nah bikin gol sana. kalau sulit ke gawan oman ya bikin gol saja ke gawang sendiri.

Iklan

3 pemikiran pada “hendri

  1. heran sama sepakbola… heran sama laki-laki … heran mengapa kaum merasa perlu sepak bola perlu dibahas dan di analisa… is just a freaking game for godsake… just enjoy and watch,,,, hahahhaa…. 🙂 well, kecuali punya sindhunata… gue pikir analisa bola itu agak aneh…. 🙂

  2. gue ndak ngomong gitu lho! wahahaa.. cuma kalo denger pria2 sekeliling gue membahas bola itu.. ya ampyun… yakyak’o kalo kata bahasa ibu gue… hehehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s