kitchen cabinet : dari mpok ani ke mpok mini

kalau anda pembaca buku mangan ora mangan ngumpul guratan ceritanya mendiang umar kayam pasti anda mengenal kitchen kabinetnya: rigen, istrinya, beny prakosa dan tolo tolo. nah penggerak roda pemerintahan domestic rumah tangga itu juga diadopsi di rumah saya. sebelum saya pindah ke depok, staff kitchen cabinet saya adalah mpok ani-salah satu putra terbaik daerah kalibata dimana saya tinggal sebelumnya. Mpok ani punya karakter yang kuat, yang paling ndak tahan adalah cara dia menskakmat saya terutama dalam urusan ngompol (ngomong politik) bahkan saya membayangkan harusnya dia punya acara sendiri ‘kick ani’! yah masa pemerintahan negara kalibata sudah selesai tapi mpok ani pasti ditarik untuk masuk kitchen cabinet di Negara domestik lain disana.

Kitchen cabinet saya lebih mudah dibentuk, yang jelas ndak pake kompromi politik dan ndak harus ada keterwakilan partai tertentu. Kitchen cabinet saya memakai pemahaman padat karya, maksudnya dengan mengangkat staf kitchen cabinet maka aka nada satu atau dua orang yang menjadi produktif. Semenjak di depok, saya sudah berganti kitchen cabinet sebanyak 3 kali. Reshuffle dilakukan karena dalam program 100 hari mereka tidak tercapai…nah kalau urusan reshuffle ini menjadi tugas perdana menteri saya..istri saya yang tercinta. Staf cabinet pertama diisi oleh orang jogja asli, senior atau kalau istilah cabinet pembangunan dulu ‘begawan’. Dilihat dari cv-nya sudah berpengalaman seperti habibie-selalu menjadi menteri andalan. Tapi apa mau dikata, beliau tidak cocok dengan fasilitas staf cabinet yang ditawarkan.

Staf kitchen cabinet saya yang kedua adalah anak muda, namanya cinta…yah namanya anak muda..cinta..pula! karena nama adalah doa dan ternyata doa orangtuanya cinta dikabulkan maka jadilah cinta staf cabinet saya yang paling getol pacaran (termasuk romantisme tetek bengek itu). Keputusan untuk mereshuffle cabinet menjadi kebutuhan yang mendesak.

‘pak ini bisa gawat nih’ kata istri saya sebagai perdana menteri, sebagai penganut sistem parlementer maka kepala pemerintahan dilakoni perdana menteri.

‘apa yang gawat’ sebagai presiden atau kepala Negara saya harus tetap tenang atau lebih tepatnya mencitrakan diri saya orang yang tangguh.

‘ini staf cabinet kita..cinta harus segera direshuffle..dilengserkan’ kata perdana menteri saya itu

’emangnya kenapa kalau ndak diganti?’

‘kalau tidak diganti gawat! Bisa berdampak sistemik!’ …lha kayanya memang gawat

‘baiklah kalau begitu, segera lakukan langkah penyelamatan saya ndak mau mencampuri proses legalnya ya’ sebagai presiden saya kan harus terlihat netral…demi citra!

Akhirnya langkah penyelamatan dilakukan dan saya tugaskan perdana menteri untuk segera membentuk cabinet baru. Ketakutan saya akan cabinet jatuh bangun saat demokrasi terpimpin bakal terulang di Negara domestik saya. dalam waktu yang sangat cepat kami sudah mendapat staf cabinet baru: mpok mini! Mpok mini sudah melalui fit and proper test sebagai staf cabinet kami, yang lebih hebat dia mau menandatangani pakta integritas dan melaporkan kekayaannya! (ndaklah)

Selamat datang mpok mini, selamat mengabdi!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s