ujian nasional

Image: Slate.com

gugatan kristiono kepada pemerintah telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru dan fasilitas pendidikan dikabulkan mahkamah agung, akibatnya menurut asumsi kebanyakan orang (terutama yang menolak un sebagai standar tunggal kelulusan) adalah pemerintah dilarang untuk melaksanakan ujian nasional selama belum becus meningkatkan kualitas dan fasilitas pendidikan…nah. siapa sih pak kristiono ini kok bisa ‘mengangkangi’ birokrat? kristiono adalah ayah yang kecewa karena putrinya tidak lulus ujian nasional tahun 2006. dari tiga mata pelajaran yang diujikan, dua mata pelajaran mendapat nilai 8 dan satu mendapat nilai 4. sesuai standar kelulusan, nilai minimal yang dinyatakan lulus adalah 4,26! ndak adil buat indah-anak kristiono karena ada beberapa murid lain yang mendapat 5 semua tapi lulus…lha wong nilainya lebih dari 4.26 semua ya lulus. lalu pak kristiono mengadukan ketidakadilan yang dialami anaknya ke LBH dan seterusnya kasus menjadi bola salju.

pemerintah lalai dalam meningkatkan kualitas guru? sebetulnya kualitas guru yang baik itu seperti apa to? atau pertanyaannya apakah kualitas guru memang begitu melempemnya? buat saya guru berkualitas itu gambarannya sederhana saja yaitu membuat pelajaran menjadi mudah dimengerti oleh murid. itu yang dibilang dosen saya bahwa tugas profesor itu membuat permasalahan menjadi mudah dipecahkan oleh mahasiswanya, kalau tetap jadi sulit itu berarti profesornya ndak berkualitas hahahaha…maaf maaf.

pemahaman guru seperti tadi saya sadari ketika kuliah, lalu apa yang saya sebut guru berkualitas saat sd? mudah saja yaitu kalau guru itu membuat kami tertawa atau ndak suka menghukum murid. mudahnya begini, waktu sd saya merasa buat apa sekolah, kok mesti ngoyo bangun pagi buat masuk jam 6.30? buat apa? jadi menurut saya, sekolah itu harus menyenangkan toh! apakah kurang ajar saya bertanya ‘buat apa sekolah’  ? nggaklah thomas alfa edison saja waktu kecil juga bertanya seperti itu? kalau anda ndak tahu si edison ini atau tahu tapi masih samar samar cobalah cari di wikipedia :-).

kita perlu standar memang benar, tapi perumpamaannya kalo ndak mengajari orang bahasa inggris maka jangan menagih kemampuan bahasa inggrisnya. atau jangan ujian nasional itu seperti veto amerika terhadap resolusi ke israel toh…! lha gusti Allah tidak hanya menilai orang dari sholatnya untuk masuk surga,jeh..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s