take me out…please

source: http://www.unmarriedamerica.org/solo-es...-out.jpg

teve di rumah saya cuma satu jadi untuk melihat acara tergantung’ imam’-nya yaitu pemegang kuasa remote, tadi siang remote itu tidak saya kuasai. saya harus rela menjadi makmum dalam suatu acara perjodohan yang ratingnya tinggi: take me out indonesia. ada segerombolan mbak mbak yang sedang mencari pasangan dengan motivasi beranekarupa; ada yang sudah males jadi jomblo, ada yang nyari suami, ada yang penopang hidup dan lain lain.

di salah satu segmen tadi ada satu pria yang katanya hobinya off road, ternyata dia ndak cuma jago berjeblok-jeblokan di lumpur tapi juga perform lagunya andre hehanusa ‘kkeb’. pokoknya dia sudah tampil dengan perseneling gigi 6 bmw…pol polan. singkat cerita beberapa wanita tidak terlalu terpukau dengan profil ini, tapi ada 3 wanita yang tetap mau ikut tender kepemilikan pasangan ini. nah yang namanya tender berarti harus memberikan proposal yang paling ‘engaging’ dong!

mas tadi bertanya untuk 3 wanita, intinya adalah

‘pilih yang mana; saya ajak ke tempat berlumpur atau ke mal?’……apa?!!!

di studio ada 3 wanita yang sedang mencari pasangan, dan pasangan itu hobinya off road nggak ke mal…jawaban gila apa yang mungkin anda bayangkan?!

jawaban wanita 1: ‘aku suka ke tempat berlumpur!’

jawaban wanita 2: ‘aku suka fotografi jadi buat aku ke alam seru!’

jawaban wanita 3: ‘aku suka tantangan, ngga masalah ke tempat berlumpur!’

tapi maaf mas, menurut saya pertanyaan sampean itu mirip kuis sahur ramadhan. begini pertanyaannya: siapakah rasul terakhir? a.mahmud, b.Muhammad SAW dan c. memet…..

‘mas iseng ajah, namanya juga acara tv’ kata dira ponakan saya

‘gini dek, itu kurang cerdas pertanyaanya’

‘halah mas, acara ini kan lucu lucuan ajah’ si dira terus fokus

tiba tiba saya ingat punya temen, namanya atiek..kenal di kampus terus satu kantor. jeng atiek ini stereotipe mbak mbak jawa yang sabar dan santun. di suatu sore kami membahas bagaimana memilih pasangan.

‘waktu gue sebelum kerja milih siapa orangnya, keren nggak’

‘nah waktu udah kerja, gw milih siapa bokapnya, kaya nggak’

‘nah sekarang ini, SIAPA AJA DAH!…lho tiek kok sewot?

fashion dan ke-able-an kita

Source: http://ajiputrap.blogspot.com/20...uck.html

diantara anda yang membaca tulisan ini sebagai cemilan saja, adakah yang merasa fashionable? saya jelas enggak-saya nggak terlalu able di lapangan ini. fashionable itu seperti gelar pak kyai, ndak bermaksud melecehkan agama-maksudnya yang melekatkan label itu ya masyarakat bukan label institusi. lalu apakah menjadi fashionable itu perlu? ndak tahu…saya jelas bilang ntar dulu karena ketidak-able-an saya. itu kalau saya tapi bisa saja ada sekelompok orang yang able tidak setuju..nah itu demokrasi.

ada sebagian populasi dunia ini yang memahami bahwa menjadi fashionable itu seperti paspor. nggak punya paspor ya silakan mbulet sendiri! lalu apa yang terjadi bila ada orang tidak punya ke-able-an fashion terdampar di suatu fashion week? ada yang tahu?

‘mungkin itu seperti perawan di sarang penyamun, mas’

‘huss…komentarnya yg fashionable dikit dong’

‘maaf mas, kalau gitu itu seperti pake mink coat di kereta matarmaja’……opo maneh?!

‘maksud?’

‘nggak cocok’

nah itu adalah saya yang tercelup dalam keriuhan fashion week, seperti kodok yang baru dibuka tempurungnya. masalahnya waktu membuka tempurungnya dilakukan di alun alun bukan di rawa rawa. jadi cerita si kodok yang kesasar ini adalah fabel buat saya..jauhlah dari cinderella story :-). sebagai orang yang positif (atau tidak ada opsi) saya yakin pasti ada hal baik buat saya di ‘kolam’ ini, ayolah pasti ada sesuatu yang positif.  pikiran positif itu sama dengan pikiran negatif, yaitu sama sama kalau dipikirkan pasti akan ketemu 2 hal tadi.

diantara mbak mbak yang kinyis kinyis (mas-nya juga) saya terlihat cuma sebagai cameo, lho jelas mereka ini yang punya karpet merahnya! lha yang punya saya cuma tiker akar wangi buat piknik di bonbin. mbak dan mas yang kinyis tadi adalah orang orang yang akan mengisi tribun ‘altar’ dari fashion week yaitu fashion show dan ternyata duduk paling depan itu menentukan derajat ke-eksis-an mereka.

’emang nonton bioskop?’ kata istri saya yang menurut saya jauh lebih able soal fashion daripada saya…soalnya saya pernah nemenin dia di suatu fashion show dan saya duduk di first row…wow

‘lho kan nggak cuma nonton bioskop…dulu waktu ulangan matematika bu susca, aku selalu disuruh duduk ke depan’

‘iya biar kamu gak nyontek!’

‘bukan tuh, katanya biar gak dicontek…hahahaha’ anda percaya kan..iya kan?!

saat fashion show berlangsung seperti dejavu…yang sangat kuat! yaitu kondisi saat saya mendengarkan kuliah fisika kuantum. persamaan itu adalah soal mahakarya di fisika kuantum banyak terdapat mahakarya bapak bapak fisika seperti einstein, bohr, heisenberg, planck dan rekan rekannya dan di catwalk terpapar mahakarya desainer…tapi sama saja buat saya tetap memandang itu dengan kosong berusaha mati-matian untuk menikmati.

‘terus kamu lulus nggak kuliah kuantum itu?’ pertanyaan istri saya yang terlihat ambigu ngetes dan meragukan

‘lulus dong, C!’

‘ha…nilai minimal’ halah coba kamu yang ikut kuliahnya batin saya

‘eh…kata HR Manager di kantor, C itu meet expectation’

‘lha di fashion show itu kamu lulus gak?’

’emm kayanya harus ngulang deh’….hehehehe dan sering!

profesor penjiplak

yang namanya maling kalau tertangkap maka dia akan menjadi sansak. siapa yang mangkel kalau kemalingan? mulai dari sandal jepit sampai bu gayatri deposan century juga muntab kalau barangnya dicuri. bukan masalah sandal jepitnya yang hilang yang bikin mangkel tapi rasa kecolongan itu yang menyiksa…seolah olah kita ini yang kemalingan merasa kurang cerdas karena menjadi korban lha kalau yang nyolong profesor gimana?

‘masa sekolah tinggi kok biar jadi pencuri…?’ bu langit bilang (bu langit itu istri saya, jeh)

nah ada seorang profesor di salah satu perguruan swasta ternama di bandung (hahahaha gaya nulisnya sangat koran), ah sudahlah buang basa basinya…ada profesor di unpar yang bakal dicopot gelar profesornya karena diketahui melakukan kegiatan mencuri…maksudnya mencuri tulisan orang lain dan mengakui hasil itu sebagai produk dia. merampok hak cipta dalam hal ini plagiarisme adalah dosa besar dalam dunia akademis. dosa pertama karena ndak mengakui hasil pemikiran orang, dosa kedua ndak malu untuk mengaku karya orang, dan dosa ketiga yang paling tidak dimaafkan jeruk kok makan jeruk…maksud?

soal jiplak menjiplak ini saya sudah mengalami dari kelas 1 smp, kok bisa? iya kalau ada pr maka cuma satu atau dua orang yang rajin dan yang lain cukup menyalin jawabannya…ini termasuk plagiarisme-kah? mungkin. lalu waktu ospek, ada tugas untuk mendengarkan siaran bbc yang jam 2 pagi! maka bisa ditebak paginya kan…dejavu kejadian smp. sebenarnya jujur aja bahwa kita ini tinggal di masa ‘global maling’, global maling adalah masa dimana maling itu sudah meresap di mana mana. mengkapiler dari pojok terminal sampai kursi empuk di senayan..iya kan?!

‘pak, katanya mau nonton avatar?’ bu langit seperti reminder hp butut saya

‘oiya, bulan depan deh’

‘bulan depan? lhah sekarang aja udah nggak diputer…emang mau nonton di cirebon opo?’

‘iya bulan depan karena gambarnya udah bagus dan jernih kalau di dvd’ sebagai penikmat kualitas visual ini penting buat saya

‘dvd?’ bu langit heran seperti saat tiba tiba gula sudah 9000 rupiah dari 7000 rupiah

‘iya dvd, beli di ambasador lah’…dvd yang seharga sekilo gula dulu…7000 rupiah.

bu langit masih heran

‘udahlah bu ini kan kita lagi seru ngomongin plagiarisme busuk ini’….fokus please.

gerakan menopause politik

sembari menunggu tukang sekuteng lewat, saya ndak sengaja ‘lompat’ ke channel metro tv. di salah satu stasiun televisi ini sedang menayangkan launching sebuah organisasi kemasyarakatan, gerakan nasional demokrat. Kalau ada salah satu stasiun televisi sampai menayangkan sebuah launching organisasi kemasyarakatan bisa jadi organisasi ini penting. Dengan penasaran saya mengikuti siaran ini sambil memasang telinga kalau tukang sekuteng sudah dekat. Sebetulnya dari tadi siang sudah mulai hangat diberitakan soal gerakan nasional democrat ini di detik.com, tapi saya tidak terlalu memberikan perhatian malah saya pikir ini adalah sayap politik partai demokrat.

Pengabaian setengah hari yang lalu akhirnya berhenti! Yang membuatnya berhenti adalah ketika mata kamera metro tv menyorot baris terdepan kursi di istora senayan itu. Di sana ada Surya Paloh, Sultan Hamengku Buwono yang berjas biru senada dengan tone acara yang meriah di senayan itu. Satu alasan mengapa ini disiarkan metro tv menjadi terang. Tapi tetap bertanya kenapa bikin ormas ini? Apa untungnya?

‘lha ndak boleh sinis dong’ istri saya yang sering berperan protagonis di rumah menyela

‘kamu tahu ndak, dulu ada partai pkp? sindirannya adalah partai kalah perang ‘

‘lho kalau yang sekarang kalah perang sama siapa?’…… iya ya kalah perang sama siapa? Bener juga kata istri saya

Saya semakin kalah set saat Anis Baswedan membacakan deklarasi restorasi apalah namanya. Di belakangnya ada Syafii Maarif, makin ciut saja argumen saya. Dua orang akademisi itu seperti menampar dan menyepak argumen bahwa ini adalah kelompok yang kalah perang. Ya sudahlah mungkin ini memang ormas bukan wadah orang kalah perang.

Sambil putus asa-sama seperti melihat timnas Indonesia, saya lanjutkan Anis Baswedan membacakan manifesto-nya. Tapi setelah manifesto dibacakan ada peluang emas untuk kesinisan mengungguli positive thinking istri saya, yaitu saat mc membacakan ‘penyerahan manifesto dari deklarator nasional kepada inisiator nasional: Surya Paloh. Hahahaha jadi ternyata Anis Baswedan yang menulis cek-nya dan Surya Paloh yang bertugas menggunakan cek itu. Saya sudah siap siap melancarkan serangan balik…

‘ itu ndak berarti Pak Surya Paloh orang kalah perang’ istri saya duluan menyerang

‘lha dia kan kalah sama Ical, terus Sultan kalah sama JK’

Sambil mikir bagaimana caranya biar argumen saya diterima, tiba tiba keluarlah kalimat yang menyelamatkan alibi saya. dan kalimat itu dikeluarkan oleh Surya Paloh, intinya

‘kita melihat ada orang dengan kepetingan pribadi keluar sebagai pemenang mengalahkan orang yang punya idealisme’…hahahaha terima kasih lhoh pak

‘nidurin adek dulu ya’ kata istri saya…ngeles

‘hahaha….mau taruhan ndak ormas ini akan jadi partai?’ sudah tahu di atas angin, saya terus menyerang

‘buat partai? Udah menopause politik kalee’……nah! Siapa yang sinis?