gerakan menopause politik

sembari menunggu tukang sekuteng lewat, saya ndak sengaja ‘lompat’ ke channel metro tv. di salah satu stasiun televisi ini sedang menayangkan launching sebuah organisasi kemasyarakatan, gerakan nasional demokrat. Kalau ada salah satu stasiun televisi sampai menayangkan sebuah launching organisasi kemasyarakatan bisa jadi organisasi ini penting. Dengan penasaran saya mengikuti siaran ini sambil memasang telinga kalau tukang sekuteng sudah dekat. Sebetulnya dari tadi siang sudah mulai hangat diberitakan soal gerakan nasional democrat ini di detik.com, tapi saya tidak terlalu memberikan perhatian malah saya pikir ini adalah sayap politik partai demokrat.

Pengabaian setengah hari yang lalu akhirnya berhenti! Yang membuatnya berhenti adalah ketika mata kamera metro tv menyorot baris terdepan kursi di istora senayan itu. Di sana ada Surya Paloh, Sultan Hamengku Buwono yang berjas biru senada dengan tone acara yang meriah di senayan itu. Satu alasan mengapa ini disiarkan metro tv menjadi terang. Tapi tetap bertanya kenapa bikin ormas ini? Apa untungnya?

‘lha ndak boleh sinis dong’ istri saya yang sering berperan protagonis di rumah menyela

‘kamu tahu ndak, dulu ada partai pkp? sindirannya adalah partai kalah perang ‘

‘lho kalau yang sekarang kalah perang sama siapa?’…… iya ya kalah perang sama siapa? Bener juga kata istri saya

Saya semakin kalah set saat Anis Baswedan membacakan deklarasi restorasi apalah namanya. Di belakangnya ada Syafii Maarif, makin ciut saja argumen saya. Dua orang akademisi itu seperti menampar dan menyepak argumen bahwa ini adalah kelompok yang kalah perang. Ya sudahlah mungkin ini memang ormas bukan wadah orang kalah perang.

Sambil putus asa-sama seperti melihat timnas Indonesia, saya lanjutkan Anis Baswedan membacakan manifesto-nya. Tapi setelah manifesto dibacakan ada peluang emas untuk kesinisan mengungguli positive thinking istri saya, yaitu saat mc membacakan ‘penyerahan manifesto dari deklarator nasional kepada inisiator nasional: Surya Paloh. Hahahaha jadi ternyata Anis Baswedan yang menulis cek-nya dan Surya Paloh yang bertugas menggunakan cek itu. Saya sudah siap siap melancarkan serangan balik…

‘ itu ndak berarti Pak Surya Paloh orang kalah perang’ istri saya duluan menyerang

‘lha dia kan kalah sama Ical, terus Sultan kalah sama JK’

Sambil mikir bagaimana caranya biar argumen saya diterima, tiba tiba keluarlah kalimat yang menyelamatkan alibi saya. dan kalimat itu dikeluarkan oleh Surya Paloh, intinya

‘kita melihat ada orang dengan kepetingan pribadi keluar sebagai pemenang mengalahkan orang yang punya idealisme’…hahahaha terima kasih lhoh pak

‘nidurin adek dulu ya’ kata istri saya…ngeles

‘hahaha….mau taruhan ndak ormas ini akan jadi partai?’ sudah tahu di atas angin, saya terus menyerang

‘buat partai? Udah menopause politik kalee’……nah! Siapa yang sinis?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s