profesor penjiplak

yang namanya maling kalau tertangkap maka dia akan menjadi sansak. siapa yang mangkel kalau kemalingan? mulai dari sandal jepit sampai bu gayatri deposan century juga muntab kalau barangnya dicuri. bukan masalah sandal jepitnya yang hilang yang bikin mangkel tapi rasa kecolongan itu yang menyiksa…seolah olah kita ini yang kemalingan merasa kurang cerdas karena menjadi korban lha kalau yang nyolong profesor gimana?

‘masa sekolah tinggi kok biar jadi pencuri…?’ bu langit bilang (bu langit itu istri saya, jeh)

nah ada seorang profesor di salah satu perguruan swasta ternama di bandung (hahahaha gaya nulisnya sangat koran), ah sudahlah buang basa basinya…ada profesor di unpar yang bakal dicopot gelar profesornya karena diketahui melakukan kegiatan mencuri…maksudnya mencuri tulisan orang lain dan mengakui hasil itu sebagai produk dia. merampok hak cipta dalam hal ini plagiarisme adalah dosa besar dalam dunia akademis. dosa pertama karena ndak mengakui hasil pemikiran orang, dosa kedua ndak malu untuk mengaku karya orang, dan dosa ketiga yang paling tidak dimaafkan jeruk kok makan jeruk…maksud?

soal jiplak menjiplak ini saya sudah mengalami dari kelas 1 smp, kok bisa? iya kalau ada pr maka cuma satu atau dua orang yang rajin dan yang lain cukup menyalin jawabannya…ini termasuk plagiarisme-kah? mungkin. lalu waktu ospek, ada tugas untuk mendengarkan siaran bbc yang jam 2 pagi! maka bisa ditebak paginya kan…dejavu kejadian smp. sebenarnya jujur aja bahwa kita ini tinggal di masa ‘global maling’, global maling adalah masa dimana maling itu sudah meresap di mana mana. mengkapiler dari pojok terminal sampai kursi empuk di senayan..iya kan?!

‘pak, katanya mau nonton avatar?’ bu langit seperti reminder hp butut saya

‘oiya, bulan depan deh’

‘bulan depan? lhah sekarang aja udah nggak diputer…emang mau nonton di cirebon opo?’

‘iya bulan depan karena gambarnya udah bagus dan jernih kalau di dvd’ sebagai penikmat kualitas visual ini penting buat saya

‘dvd?’ bu langit heran seperti saat tiba tiba gula sudah 9000 rupiah dari 7000 rupiah

‘iya dvd, beli di ambasador lah’…dvd yang seharga sekilo gula dulu…7000 rupiah.

bu langit masih heran

‘udahlah bu ini kan kita lagi seru ngomongin plagiarisme busuk ini’….fokus please.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s