kitchen cabinet (3)

nah setelah beberapa kali melalui reshuffle, smash smash politic, dan rapat marathon komisi ketenagakerjaan akhirnya kami memiliki kitchen cabinet yang baru. bagi yg belum familiar dengan kitchen cabinet kami akan saya ceritakan sedikit:

pertama adalah mpok ani, orangnya bregas, rajin, ceplas ceplos dan sering perang opini dengan saya (ada di beberapa tulisan saya….biasanya jadi devil’s advocate)….ngehe ya udah digaji terus berperan jadi devil’s advocate.

kedua adalah mpok mini, ngga bisa baca tapi tau uang gocapan warna biru (untung ga buta warna juga), pernah nyasar di stasiun bogor. bayangkan kalau ada orang buta huruf nyasar!!!! sama aja seperti sayur tanpa garam…..hah masa anda percaya sama analogi ini?.

ketiga adalah simbok, ini kalo di cabinet adalah mirip dengan alm widjojo nitisastro…..wuihh begawan dong! bukan maksudnya udah sepuh. nah simbok ini masuk saat mpok mini masih incumbent sehingga terciptalah kompetisi di kabinet kami. memang disengaja sih agar masing masing menonjolkan kompetensinya….yah ibaratnya setelah shell masuk maka pertamina memperbaiki diri….nah ini analoginya mendingan kan ya?!

setelah simbok direshuffle terjadi kekosongan kabinet, demisioner, chaos, dll lah. di satu sisi anggaran belanja bisa ditekan tapi….. menurut sampean ad interim nya sapa? saya..saya. istri saya?! ‘eh gw kan ASI eksklusif’ ooooasu….

setelah beberapa kali pemanggilan calon kabinet ke puri cikeas, tertunjuklah kitchen cabinet ke 4. mbak nur. ngomongnya pelan seperti kereta nunggu giliran langsir, kerjanya icak icik (gak pernah berhenti-red), bisa bahasa inggris bahkan sering dipake seperti pada suatu pagi:
‘buuuu ibuuu, tukang sayurnya udah dateng tuuuuhh.. ibu jadi beli yukamber engaaaa?’….maksudnya cucumber.

Iklan