kitchen cabinet (4)

yes..portofolio kabinet terakhir adalah mbak nur, cuma mbak nur ini memiliki hidden agenda-sudah kaya amerika invasi iraq aje ada hidden agenda! ceritanya dimulai waktu musim lebaran 2 tahun lalu, seperti pada umunya para pekerja perantau maka mbak nur juga melewati ritual itu. tidak seperti tipikal pekerja rantau yang bersemangat pulang kampung, biasanya saking semangatnya ketika packing baju sudah seperti pindah kontrakan…nah mbak nur menunjukkan gelagat ogah-ogahan packing. bahkan sampai kami sekeluarga menghantar dia ke stasiun senin peron ¾ (harry potter dong!) si mbak enggan untuk pulang kampung, pokoknya enggan-nya mirip rangga mau sekolah ke amerika di AADC….terus kalau mbak enggan pulang itu salah guwee…salah temen-temen guwee…

seminggu libur lebaran kabinet demisioner bekerja, artinya saya dan dibantu staff ahli langit dan segara, mungkin kalau di buku umar kayam mereka seperti beny prakosa dan tolo-tolo. namanya juga staf ahli bisa helpful juga bisa helpless..hehehe tergantung mood.

‘mbak nur balik kapan bu?’ saya nanya ke perdana menteri karena tugas ad interim ini mulai mengusik comfort zone

‘minggu depan, sms nya gitu’

‘bagus deh’

satu minggu sudah lewat lha kok mbak nur belum nongol, alamat bahaya ini. dan benar malam harinya keluar pengumuman dari perdana menteri. ‘Karena kabinet baru belum terbentuk maka kabinet ad interim diteruskan sampai batas waktu yang tak ditentukan’….amsiong!. kondisi ini membuat saya berdoa semoga kabinet baru segera terbentuk, lagipula doa orang teraniaya kan manjur..iya khan..khan!

setelah ketidakjelasan eksistensi mbak nur, kitchen cabinet terbentuk namun jatuh bangun macam lagunya Kristina. tidak ada yang bertahan hingga 1 bulan, maksimal 2 sampai 3 minggu! maklum KPI
(Keys Performance Indicator) dari perdana menteri ini tinggi banget, bahasanya harus exceed expectation.

‘pak, gud nyus nih, kita udah bisa membentuk kitchen cabinet!’ wah berita yg dinanti datang juga

‘wah good marsogood, siapa nih jadinya?’

‘mpok mini’…..hah mpok mini..kayak dejavu

kalau ada yang mengikuti tulisan saya, mpok mini adalah mantan kitchen cabinet saya yang dijatuhkan akibat mosi tidak percaya..kok ini mau ditugaskan lagi, what for?. miriplah dengan kabinet Ali Sastroamijoyo yang dua kali jatuh bangun pasca kemerdekaan era demokrasi liberal ditetapkan di Indonesia. apa perlu nih saya keluarin dekrit buat membuat demokrasi terpimpin di Negara saya?!

‘heh, demokrasi opo?’ lho kok istri protes…lho

‘ehm..ehm…demokrasi bu…one man one vote, you know?’ gelagapan…

‘yes one man one vote….one woman three votes! Any question?’

‘no ma’am’….demokrasi opo iki…(segera rapat staff ahli dengan langit dan segara)