mencari kiblat

‘kiblat kita mengarah ke somalia’

sewaktu mau sholat berjamaah saya menginterupsi, benarkah arah sholat kita ini menghadap kiblat yang bener. pada hari itu juga berita di koran tempo menyebutkan bahwa majelis ulama indonesia mengakui salah memfatwakan soal kiblat…lho! ah ulama juga manusia. lalu kalau fatwanya salah jadi selama ini kita berkiblat ke mana?

‘kiblat kita mengarah ke somalia’ kata saya

‘buset somalia?….’ gesernya terlalu jauh antara mekah (ka’bah) ke negara afrika bagian timur

‘itu berarti kita berkiblat ke helikopter black hawk!!!!’

buat saya somalia itu ada 2 hal, yans pertama adalah bajak lautnya yang terkenal gahar terutama terhadap kapal eropa dan yang kedua adalah film black hawk down. walaupun ka’bah dan helikopter black hawk sama sama hitam, pahalanya jelas beda.

‘mas jangan omongin pahala lah’

‘loh emang kenapa mas’

’emang situ yang punya pahala??’….iya juga! saya cuma ngeklaim doang kok

nah kembali ke sholat berjamaah tadi, akhirnya kami melakukan jurus sapu jagat…ah yang penting niatnya. walaupun kalimat sapu jagat itu analoginya sama dengan: ah yang penting bumbunya…jadi mau jagung atau singkong yang penting bumbunya! ya nggak lah!

‘jadi sholat kita ndak diterima ya?’

‘mas jangan omongin diterima atau tidak diterima lah’

‘loh emang kenapa mas?’

’emang situ yang bagian menerima’…sial bener lagi dia.

Iklan

idol dodol

guawijaya Parah, Indonesian Idol PARAH, kenapa pula musti ada session seperti ini..*mempermalukan org demi tawa* apkh tdk ada ide kreatif yg manusiawo

komentar twitter diatas sepertinya ikut menyuarakan pendapat saya untuk indonesian idol. tiga orang yang bisa nyanyi tapi ndak bisa dinikmati ditampilkan bergiliran….konyol jadinya. kalau segmen itu dibuat untuk membuat orang tertawa jelas ndak berhasil buat saya! kalau anda bilang aneh itu lucu (seperti resep srimulat) maka anda (mungkin) yang aneh. kalau pada episode ini adalah panggungnya mereka yang ndak bisa nyanyi dengan alasan mengapresiasi itu sama saja anda meyakinkan saya bahwa bumi itu kotak!

ah saya terlalu marah untuk melanjutkan menulis…..mutung….pundung

kitchen kabinet (2)

kalau anda megikuti tulisan saya maka pasti tahu soal kitchen kabinet saya dan juga ceritanya. sedikit mereview, anggota kabinet awal adalah mpok ani, dia tipe staff yang kritis, rajin tapi agak kurang perhitungan. kemudian staff untuk periode kedua apalah mpok mini, jam terbang mumpuni tapi tidak bisa membaca dan menulis…rawan untuk dikibulin oleh tukang sayur, terutama bila para tukang sayur ini mengeluarkan L/C fiktif-gimana bisa tahu wong ndak bisa baca jeh! dengan alasan jam terbang tinggi itu, perdana menteri saya (istri saya) mau merekrutnya dalam kitchen kabinet jilid II. sebulan terakhir tepat saat istri saya mengevaluasi 100 hari kinerja kabinet, mpok mini mengalami degradasi prestasi..sebetulnya saat hari pertama kerja sudah terjadi kehebohan saat baju dinas saya sebagai kepala negara yang pulang pergi naik kereta dicuci dengan pembersih lantai! maklum ndak bisa baca!. tapi yang membuat kami masih mempertahankan mpok mini karena secar jentelmen mengakui kesalahan dan minta maaf..ndak seperti bapak bapak kita yang mbulet kalau buat salah.

kembali ke degradasi prestasi tadi, dalam sebulan mpok mini sering absen dalam tugas tanpa memberitahu. keadaan ini membuat gusar istri saya dimana sebagai perdana menteri, dia harus mencitrakan dirinya sebagai kepala pemerintahan yang mumpuni…maklum di negara saya penganut sistem parlementer bukan presidensial sehingga roda pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri. kegusaran itu akhirnya sampai ke telinga saya, nah sebagai kepala negara saya menganut beberapa ‘kaidah pokok’ yaitu ‘pokoknya saya tahu beres’ 🙂

‘ya sudah kalo gitu aku akan melakukan reshuffle kabinet!’ kata istri saya dengan tegas

‘lho jangan buru buru, dipertimbangkan dulu’ sebagai kepala negara di sistem parlementer ya harus bijaksana

‘sudah dipertimbangkan melalui pemikiran yang panjang’ wah..sebenernya istri saya ini cocok jadi politisi dengan ke-kekeuhan-nya

‘nanti mitra koalisi-mu bagaimana??’

‘koalisi opo? saya ini memimpin bukan lagi single majority tapi sudah absolut!’…iya bener juga ya!

‘ya sudah kalau begitu, lanjutkan yang penting jangan sampai terjadi huru hara seperti di thailand’

nah..dasar memang istri saya yang hebat, dua hari lalu sudah ada staff ad interim di kitchen kabinet, kami memanggil mbok saja. buat orang jawa, mbok itu memiliki arti sangat dalam! penyabar, halus dan loyalitasnya yang hampir tanpa batas. sialnya buat mpok mini adalah dia justru kembali absen  saat mbok memulai tugasnya!

doktrin bahwa kompetisi itu membawa perbaikan ada benarnya, kemarin saat mpok mini masuk, dia memperlihatkan kinerja yang baik bahkan lebih rajin dan lebih berinisiatif dari biasanya..tuh kan kompetisi membawa perbaikan. mungkin mpok mini tahu bahwa kinerjanya sedang disorot dan rapornya bukan biru, oleh karenanya dia harus mengejar nilainya agar menjadi biru lagi.

‘gimana nih pak? jadi di reshuffle ndak?’

‘lhoh kan kamu kemarin udah yakin akan memakzulkan mpok mini’

‘tapi kasian juga pak’

‘nah kemarin yang bilang absolut absolutan sopo? ini ndak absolut nih namanya

‘ya udah bu nanti kita buat satgas nya dulu untuk menilai apakah rekomendasi kamu bisa dijalankan atau ndak’

‘tapi pak, jangan kelamaan menindaklanjuti rekomendasi nya’

‘ndak..ndak..emang aku SiBuYa opo?’

antri sendal

pernah lihat antrian di mall untuk beli sendal crocs? ular naga panjangnya. saya bukan termasuk pengantre sendal buaya ini, mendengar kata antrian saja sudah jimat pengusir yang ampuh buat saya. di antrian yang panjang itu saya berpikir jangan jangan mereka memang sedang menikmati mengantri untuk membeli sendal ini. yang membuat sendal ini hebat adalah bahannya, saya ndak tahu apakah pembeli itu tahu soal kelebihan ini atau tidak. crocs dibuat dari bahan croslite (sudah dipatenkan…canggih gak?) anti mikroba jadi ndak akan berbau jempol kecuali ketumpahan kuah gule kakap. selain itu mudah dibersihkan dan enteng…saya percaya penemuan ilmiah itu harus mahal.

‘pak, kerok paan sih?’

‘sendal, pok’

‘antriannya kok panjang yak’

‘pan lagi diskon’

‘ooo yg kebakaran kemaren yak’

‘huss ngawur itu mah sendal jepit’

‘lha sendal juga, diinjek injek juga’

‘pan biar gaya, pok’

‘ooo seperti orang yak pak, toh mati juga tapi sombong juga’ mmm ini yang paling nyebelin kalau mpok mulai ke area filosofis kampungnya.

payahnya ketika ada sale crocs di indonesia yang menyebabkan antrian gila, maka ada segelintir orang yang menyorotnya dari masalah sosial.  maklum kita kadang biasa mempolitisasi. seolah olah kebejatan konsumerisme terjadi di saat masyarakat kita sedang mengantre minyak tanah…lho itu sama saja membandingkan ‘kok pada naik kereta ac ekspress ya saat yang lain kaya pindang naik ekonomi!’

rokok haram

bapak saya perokok berat, gudang garam surya 16 kretek-karena jaman itu belum ada mild. melihat mediang sebal sebul asap rokok terlihat menyenangkan apalagi kalau saya request sebulan asapanya dibuat bentuk donat..buat anak kecil seperti saya, atraksi itu hebat dan masih ada jejaknya di kepala saya! keheranan saya terhadap atraksi itu menggoda untuk mencoba kebal kebul asap rokok, penasaran apa nikmatnya menghisap rokok. anak kecil merokok? jelas dilarang! ibu saya bilang ‘kamu baru boleh merokok kalau sudah bisa cari uang sendiri!’…tentu saja itu excuse yang sampai sekarang masih saya pikirkan. pertama merokok adalah selebrasi atas keberhasilan saya memperoleh uang dari kerja bukan untuk alasan stres. yang kedua merokok itu seperti jalur three in one, boleh dengan syarat!

nah seminggu ini berkembang soal pro kontra fatwa haram merokok, seperti biasa kita suka tersedot pada perdebatan panjang. terakhir adalah dukungan fatwa haram oleh ormas islam muhamadiyah-walaupun masih malu malu mengakui. di sisi lain ormas islam terbesar NU tidak mengamini fatwa ini-yang memang sebagian besar kiainya perokok (seperti ditulis di Koran Tempo hari ini). fatwa haram rokok seperti lagu usang yang dicoba dinyanyikan ulang, emangnya masalah rokok itu evergreen?!  pemerintah juga punya dua muka soal rokok, selalu memberi peringatan bahayanya tapi juga mnyedot pajaknya…repot!

bapak saya bilang kalau pemerintah tidak mungkin melarang peredaran rokok karena duit yang diberikan ke negara sangat besar. target pemerintah tahun ini sebesar 50 trilyun lebih dari cukai rokok saja, itu sama dengan 5 kali nilai anggaran untuk alutsista. bahkan mungkin cukai rokok itu juga membiayai anggaran pendidikan, kesehatan atau malah MUI…(itulah menyenangkannya di negara ini, banyak hal sarkastik).

‘mas tapi kalau pabrik rokok ditutup yang nganggur yo banyak’

‘memang, tapi mereka ini yang mas khawatirkan ini ndak masuk orang terkaya dunia versi Forbes!’

‘maksud’

‘3 orang Indonesia yang masuk Forbes sebagai orang terkaya di dunia adalah pemiliki pabrik rokok bukan buruhnya’

‘sing bener mas?’

‘iyo, lha nanti kalau cukai rokok dinaikkan yang demo ya buruhnya ini yang disuruh panas-panasan’

‘jadi mas setuju ndak rokok diharamkan?’

‘wah aku bukan ulamanya jeh, ndak punya ijtihad yang valid’

‘mas, tapi menteri agama bilangnya dimakruhkan saja’

‘kata presidennya apa?’

‘waduh mboh, nunggu 6 bulan lagi kali’

…mm gini aja menurut saya biarkan rokok haram atau makruh ndak ada bedanya, wong minuman yang beralkohol yang haram juga dibiarin aja. pragmatis aja, selama produk haram itu bisa diporotin lewat pajak ya biarin aja..gitu ndak? ya tentu aja tidak! gitu aja

take me out…please

source: http://www.unmarriedamerica.org/solo-es...-out.jpg

teve di rumah saya cuma satu jadi untuk melihat acara tergantung’ imam’-nya yaitu pemegang kuasa remote, tadi siang remote itu tidak saya kuasai. saya harus rela menjadi makmum dalam suatu acara perjodohan yang ratingnya tinggi: take me out indonesia. ada segerombolan mbak mbak yang sedang mencari pasangan dengan motivasi beranekarupa; ada yang sudah males jadi jomblo, ada yang nyari suami, ada yang penopang hidup dan lain lain.

di salah satu segmen tadi ada satu pria yang katanya hobinya off road, ternyata dia ndak cuma jago berjeblok-jeblokan di lumpur tapi juga perform lagunya andre hehanusa ‘kkeb’. pokoknya dia sudah tampil dengan perseneling gigi 6 bmw…pol polan. singkat cerita beberapa wanita tidak terlalu terpukau dengan profil ini, tapi ada 3 wanita yang tetap mau ikut tender kepemilikan pasangan ini. nah yang namanya tender berarti harus memberikan proposal yang paling ‘engaging’ dong!

mas tadi bertanya untuk 3 wanita, intinya adalah

‘pilih yang mana; saya ajak ke tempat berlumpur atau ke mal?’……apa?!!!

di studio ada 3 wanita yang sedang mencari pasangan, dan pasangan itu hobinya off road nggak ke mal…jawaban gila apa yang mungkin anda bayangkan?!

jawaban wanita 1: ‘aku suka ke tempat berlumpur!’

jawaban wanita 2: ‘aku suka fotografi jadi buat aku ke alam seru!’

jawaban wanita 3: ‘aku suka tantangan, ngga masalah ke tempat berlumpur!’

tapi maaf mas, menurut saya pertanyaan sampean itu mirip kuis sahur ramadhan. begini pertanyaannya: siapakah rasul terakhir? a.mahmud, b.Muhammad SAW dan c. memet…..

‘mas iseng ajah, namanya juga acara tv’ kata dira ponakan saya

‘gini dek, itu kurang cerdas pertanyaanya’

‘halah mas, acara ini kan lucu lucuan ajah’ si dira terus fokus

tiba tiba saya ingat punya temen, namanya atiek..kenal di kampus terus satu kantor. jeng atiek ini stereotipe mbak mbak jawa yang sabar dan santun. di suatu sore kami membahas bagaimana memilih pasangan.

‘waktu gue sebelum kerja milih siapa orangnya, keren nggak’

‘nah waktu udah kerja, gw milih siapa bokapnya, kaya nggak’

‘nah sekarang ini, SIAPA AJA DAH!…lho tiek kok sewot?

fashion dan ke-able-an kita

Source: http://ajiputrap.blogspot.com/20...uck.html

diantara anda yang membaca tulisan ini sebagai cemilan saja, adakah yang merasa fashionable? saya jelas enggak-saya nggak terlalu able di lapangan ini. fashionable itu seperti gelar pak kyai, ndak bermaksud melecehkan agama-maksudnya yang melekatkan label itu ya masyarakat bukan label institusi. lalu apakah menjadi fashionable itu perlu? ndak tahu…saya jelas bilang ntar dulu karena ketidak-able-an saya. itu kalau saya tapi bisa saja ada sekelompok orang yang able tidak setuju..nah itu demokrasi.

ada sebagian populasi dunia ini yang memahami bahwa menjadi fashionable itu seperti paspor. nggak punya paspor ya silakan mbulet sendiri! lalu apa yang terjadi bila ada orang tidak punya ke-able-an fashion terdampar di suatu fashion week? ada yang tahu?

‘mungkin itu seperti perawan di sarang penyamun, mas’

‘huss…komentarnya yg fashionable dikit dong’

‘maaf mas, kalau gitu itu seperti pake mink coat di kereta matarmaja’……opo maneh?!

‘maksud?’

‘nggak cocok’

nah itu adalah saya yang tercelup dalam keriuhan fashion week, seperti kodok yang baru dibuka tempurungnya. masalahnya waktu membuka tempurungnya dilakukan di alun alun bukan di rawa rawa. jadi cerita si kodok yang kesasar ini adalah fabel buat saya..jauhlah dari cinderella story :-). sebagai orang yang positif (atau tidak ada opsi) saya yakin pasti ada hal baik buat saya di ‘kolam’ ini, ayolah pasti ada sesuatu yang positif.  pikiran positif itu sama dengan pikiran negatif, yaitu sama sama kalau dipikirkan pasti akan ketemu 2 hal tadi.

diantara mbak mbak yang kinyis kinyis (mas-nya juga) saya terlihat cuma sebagai cameo, lho jelas mereka ini yang punya karpet merahnya! lha yang punya saya cuma tiker akar wangi buat piknik di bonbin. mbak dan mas yang kinyis tadi adalah orang orang yang akan mengisi tribun ‘altar’ dari fashion week yaitu fashion show dan ternyata duduk paling depan itu menentukan derajat ke-eksis-an mereka.

’emang nonton bioskop?’ kata istri saya yang menurut saya jauh lebih able soal fashion daripada saya…soalnya saya pernah nemenin dia di suatu fashion show dan saya duduk di first row…wow

‘lho kan nggak cuma nonton bioskop…dulu waktu ulangan matematika bu susca, aku selalu disuruh duduk ke depan’

‘iya biar kamu gak nyontek!’

‘bukan tuh, katanya biar gak dicontek…hahahaha’ anda percaya kan..iya kan?!

saat fashion show berlangsung seperti dejavu…yang sangat kuat! yaitu kondisi saat saya mendengarkan kuliah fisika kuantum. persamaan itu adalah soal mahakarya di fisika kuantum banyak terdapat mahakarya bapak bapak fisika seperti einstein, bohr, heisenberg, planck dan rekan rekannya dan di catwalk terpapar mahakarya desainer…tapi sama saja buat saya tetap memandang itu dengan kosong berusaha mati-matian untuk menikmati.

‘terus kamu lulus nggak kuliah kuantum itu?’ pertanyaan istri saya yang terlihat ambigu ngetes dan meragukan

‘lulus dong, C!’

‘ha…nilai minimal’ halah coba kamu yang ikut kuliahnya batin saya

‘eh…kata HR Manager di kantor, C itu meet expectation’

‘lha di fashion show itu kamu lulus gak?’

’emm kayanya harus ngulang deh’….hehehehe dan sering!